Ganjar Tertinggi, Bibit Satu Digit

Bakal Calon Didorong Sosialisasi

211
SOLID : Para bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng berfoto bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto pada acara silaturahmi para bakal calon gubernur-wakil gubernur Jateng dengan Tiga Pilar Partai di Panti Marhaen, Selasa (29/8) malam (Ricky Fitriyanto/jawa pos radar semarang).
SOLID : Para bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jateng berfoto bersama Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto pada acara silaturahmi para bakal calon gubernur-wakil gubernur Jateng dengan Tiga Pilar Partai di Panti Marhaen, Selasa (29/8) malam (Ricky Fitriyanto/jawa pos radar semarang).

SEMARANG – Nama petahana Ganjar Pranowo masih memiliki elektabilitas tertinggi dari survey internal yang dilakukan DPD PDI Perjuangan Jateng. Dari survey indepth reporting yang hasilnya keluar awal Agustus lalu, elektabilitas Ganjar mencapai 46,1 persen.

Di posisi kedua, muncul nama mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo. Namun tingkat elektabilitas Bibit terpaut jauh dengan Ganjar, yakni sekitar 7 persen. “Yang lainnya masih di angka satu digit. Makanya saya tegaskan para bakal calon untuk segera sosialisasi untuk meningkatkan elektabilitas. Soalnya, tak kenal maka tak sayang,” ujar Ketua DPD PDI Perjuangan Jateng Bambang Wuryanto usai acara Silaturahmi para bakal calon gubernur-wakil gubernur Jateng dengan Tiga Pilar Partai di Panti Marhaen, Selasa (29/8) malam.

Dia mengakui, survei tersebut belum bisa dijadikan patokan. Pasalnya, menjelang Pilgub 2013 lalu, angka elektabilitas Ganjar juga masih satu digit. Sementara Bibit Waluyo yang saat itu berstatus incumbent menduduki peringkat pertama. Sebab menurut Bambang, pergerakan angka popularitas dan elektabilitas, tergantung pada pergerakan masing-masing bakal calon.

Salam acara tersebut, para bakal calon diperkenalkan dengan para kepala daerah, anggota legislatif, dan pengurus DPC 35 kabupaten/kota se Jateng. Pria yang akrab disapa Bambang Pacul ini mempersilahkan para bakal calon berkomunikasi dengan DPC-DPC. “Kami sudah membuka pintu, jadi nggak usah slintutan. Mau melakukan pertemuan boleh, mau pasang baliho boleh. Tapi DPC jangan minta duit, karena kami sudah tegaskan tidak ada mahar dalam pencalonan,” kata anggota DPR RI ini.

Dia pun meminta seluruh DPC PDI Perjuangan di seluruh kabupaten/kota di Jateng untuk membuka pintu selebar-lebarnya bagi bakal calon yang ingin melakukan penetrasi pengenalan diri di daerah. “Mulai detik ini, seluruh bakal calon diperbolehkan melakukan sosialisasi dengan embel-embel partai,” terangnya.

Ditanya mengenai rencana parpol lain yang ingin menjalin koalisi demi head to head melawan PDI Perjuangan di Pilgub Jateng, Bambang tidak mempermasalahkannya. Dia menilai, setiap partai memang ingin mengalahkan dominasi PDI Perjuangan di Jateng. Meski begitu, pihaknya tetap membuka peluang bagi parpol lain yang ingin menjalin koalisi. “Kami sebenarnya bisa mengusung pasangan calon sendiri tanpa koalisi. Tapi apa harus begitu?” ucapnya.

Bambang mengaku lebih suka jika menjalin koalisi dengan banyak parpol. Bahkan, pihaknya memegang prinsip, ‘seribu lawan kurang, satu lawan kebanyakan’.

Dalam acara silaturahmi malam itu, masing-masing bakal calon diberi waktu dua menit untuk mengenalkan diri di hadapan tamu undangan.  Salah satu bacawagub yang saat ini menjabat sebagai Bupati Pemalang, Junaedi mengaku, dirinya hanya melaksanakan tugas partai karena direkomendasi Ketua dan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Pemalang. “Karena perintah partai untuk mendaftar sebagai bacawagub, saya tidak bisa menolak. Kenapa bacawagub, karena kami mengukur diri atas kinerja,” terangnya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here