Ciptakan Krim Jerawat Ekstrak Kedelai

110

SEMARANG – Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip), Dr dr Puguh Riyanto Sp.KK menerima penghargaan dari Kementerian Ristekdikti dalam acara Penganugerahan Ristekdikti – Martha Tilaar Inovation Center (MTIC) Award 2017 di Jakarta, baru-baru ini.

Penghargaan tersebut diterima Puguh, karena risetnya mengenai pemanfaatan kacang kedelai yang berasal dari Kabupaten Grobogan untuk obat anti acne (jerawat). Isoflavon, memang sudah dikenal luas memiliki manfaat sebagai anti peradangan sehingga sangat baik untuk penyembuhan jerawat. Selain aman tanpa efek samping, juga dapat mencerahkan kulit wajah. Saat melakukan riset, Puguh mencampurkan satu persen kandungan isoflavon dari kedelai itu ke krim.

“Jadi ekstrak dari kedelai itu bisa digunakan untuk pemakaian luar kulit yang jerawat. Bisa menghindari bopeng-bopeng yang ujungnya membuat biaya perawatan kulit lebih mahal,” terangnya.

Puguh menjelaskan, sebenarnya isoflavon dari bahan kedelai itu juga bisa diracik menjadi obat yang diminum. Namun, kata dia, jika dikonsumsi berlebihan akan mempengaruhi hormonal dalam tubuh. Terutama untuk pria mempengaruhi kejantanan sehingga lebih memiliki manfaat untuk pemakaian luar.

“Kedelai mempunyai kandungan anti imflamasi (peradangan) dan anti hormon. Jerawat dipicu oleh hormon androgen pada perempuan yang diperparah dengan peradangan. Tumbuhan lain yang mempunyai zat sama dengan kedelai adalah kopi, teh, dan kunir,” jelasnya.

Rektor Undip Prof Yos Johan Utama, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Puguh Riyanto atas capaian prestasi yang didapatnya sehingga mengharumkan nama Undip di tingkat nasional.

“Ini adalah bentuk komitmen Undip sebagai universitas riset yang unggul dan terus mengembangakan inovasi. Riset dan penemuan ini sebagai bentuk nyata dari hilirisasi penelitian yang langsung bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” katanya. (tsa/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here