Cegah Pencemaran, Bupati Asip Bersihkan Sungai

Pabrik Tekstil Buang Limbah di Sungai Pencongan

156
BERIKAN CONTOH : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, bersama warga melakukan bersih-bersih Sungai Pencongan, Rabu (30/8) kemarin (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BERIKAN CONTOH : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, bersama warga melakukan bersih-bersih Sungai Pencongan, Rabu (30/8) kemarin (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KAJEN-Untuk mencegah pencemaran di Sungai Pencongan, Kelurahan Bener, Kecamatan Wiradesa, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, bersama puluhan warga membersihkan Sungai Pencongan, Rabu (30/08) kemarin. Bupati Asip bersama warga naik perahu milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, menyusuri sungai untuk membersihkan sampah yang ada di sekitarnya.

Hal itu dilakukan Bupati Asip untuk memastikan kebersihan kondisi Sungai Pencongan, mengingat sungai tersebut akan dijadikan lokasi wisata bahari. Namun, selama ini beberapa pengusaha tekstil kerap membuang limbah cairnya ke sungai tersebut.

Pasca melakukan bersih-bersih sungai tersebut, Bupati Asip memerintahkan Kepala Desa (Kades) Sepacar, Kecamatan Tirto, Mulyono, untuk mendata beberapa pengusaha tekstil yang ada di Desa Sepacar yang membuang limbah cairnya ke Sungai Pencongan. “Kami sudah menugaskan Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan kajian akan limbah cair oleh beberapa pabrik tekstil yang ada di sekitar Sungai Pencongan ini,” ungkap Bupati Asip.

Ditegaskan, jika limbah cair yang dibuang oleh pabrik tekstil terbukti melakukan pencemaran, pihaknya akan melakukan teguran terhadap pabrik tersebut. “Sungai Pencongan merupakan salah satu sungai terbersih yang ada di jalur pantura Pekalongan. Maka harus dijaga kebersihan dan kejernihannya. Karena itu, pabrik tekstil atau perajin batik dan jins, dilarang keras membuang limbahnya ke Sungai Pencongan. Jika tetap membandel, akan kami tindak dengan tegas sesuai aturan,” ancam Bupati Asip.

Sementara itu, Kades Sepacar, Mulyono, mengungkapkan bahwa pabrik tekstil di sebelah Sungai Pencongan, setiap malam masih membuang limbah cairnya ke sungai. Sehingga sungai berubah warna pada malam hari dan kembali jernih ketika pagi.

Menurutnya pihak desa sudah berulang kali menegur pemilik pabrik tersebut, namun tidak direspon. Bahkan, berdalih jika yang membuang limbah bukan hanya dari pabrik miliknya saja, namun juga dari pabrik cucian jins yang ada di sebelahnya. “Warga Desa Spacar akan melakukan penutupan saluran buangan limbah milik pabrik tekstil tersebut, mumpung Sungai Pencongan belum tercemar. Kami akan berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk melakukan penutupan saluran tersebut,” ancam Mulyono. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here