Anggaran Rp 82 Miliar Dicoret

109
Teddy Sulistyo (IST)
Teddy Sulistyo (IST)

SALATIGA – Alotnya pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Anggaran Penerimaan dan Pendapatan Daerah (APBD) perubahan 2017 Kota Salatiga antara Badan Anggaran Pemkot dan Tim Anggaran DPRD mencapai puncaknya. DPRD memangkas lebih dari Rp 80 miliar perencanaan belanja yang diajukan eksekutif. Akibatnya, belanja yang disetujui hanyalah belanja pegawai, kegiatan forkompinda dan beberapa kegiatan rutin lain.

Hal itu diungkapkan ketua DPRD Teddy Sulistyo kepada wartawan,
kemarin siang.

“Kami melakukan pengawasan dan pengamatan dengan seksama mengenai rencana alokasi anggaran yang diajukan eksekutif. Banyak sekali yang kita pangkas karena itu memang tidak signifikan,” terang Ketua DPRD Kota Salatiga Teddy Sulistyo, Rabu (30/8).

Pencoretan yang terbesar adalah berada di RSUD Kota Salatiga yang mengajukan rencana pembangunan gedung hingga mencapai angka Rp 37 miliar. Sementara yang lainnya berasal dari berbagai kegiatan seperti pembuatan detail engineering design (DED) serta rehabilitasi bangunan kantor yang dinilai belum saatnya dilakukan.

Selain itu, politisi PDIP ini juga memaparkan mengenai banyaknya proyek penunjukan langsung (PL) yang totalnya disebut mencapai angka Rp 30 miliar. Menurutnya, jumlah tersebut tidak lazim dan harus dicermati ulang. Kalau memang penting, lanjut Teddy, sebaiknya dialokasikan dengan lebih serius dalam anggaran penetapan mendatang.

Berkait pencoretan ini, Teddy menyatakan dalam anggaran perubahan ini memang tidak banyak kegiatan yang dilakukan. “Untuk anggaran perubahan tahun ini, memang ketika kami kaji banyak yang belum perlu dilakukan. Hal itu dengan berkoordinasi dengan seluruh komisi di DPRD. Nyatanya, beberapa rekan komisi ada yang tidak mengetahui tentang rencana pembangunan yang diajukan eksekutif padahal itu bidang kerjanya,” papar pria.

Ketua Komisi C DPRD Salatiga M Kemat menambahkan, dengan adanya pencoretan anggaran ini, ke depan semua kegiatan harus dikaji dengan serius sebelum dianggarkan. “Total yang dicoret kisaran Rp 82 miliar dan itu memang banyak sekali PL. Ini yang kita pertanyakan,” imbuh Kemat. (sas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here