33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Wali Kota Tegal Kena OTT, Ganjar Merasa Nggondok

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG- Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengaku tidak menyangka masih ada kepala daerah di Jateng yang berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, semua bupati/wali kota sudah ‘disekolahkan’ ke KPK setelah pelantikan untuk mengetahui secara detil mengenai rambu-rambu terkait tindak pidana korupsi.

Ganjar mengakui jika pihaknya sudah mendapat kabar mengenai Wali Kota Tegal, Siti Mashita Soeparno, yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) KPK di rumah dinas wali kota kompleks Balai Kota Tegal Jalan Ki Gede Sebayu, Kelurahan Mangkukusuman, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Selasa (29/8) sekitar pukul 18.00.

“Barusan saya mendapat laporan. Katanya sudah dibawa ke Jakarta. Insya’ Allah besok (hari ini) saya akan ke sana (Kota Tegal),” terangnya, Selasa (29/8) malam.

Orang nomor satu di Jateng ini pun menegaskan jika dirinya sudah kerap mengingatkan di banyak tempat bahwa Jateng bukan zona tanpa pantauan KPK. “Semua sudah diradar. Dan itu sudah saya ingatkan berkali-kali,” katanya.

Bahkan, lanjutnya, ada beberapa wilayah lain yang selalu diingatkan karena masyarakat banyak memberikan laporan.  “Saya sedih betul, Jateng kembali kena OTT. Rasanya ya nggondok– lah,” ucapnya.

Dari data yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Semarang, Wali Kota Tegal, Siti Mashita Soeparno ditangkap karena dugaan   terkait kasus pembangunan fisik ICU RSUD Kardinah Tegal. Sebelum melakukan penangkapan, petugas KPK melakukan penyegelan di kantor RSUD Kardinah. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui wali kota dibawa ke kantor mana.

Adapun kronologis penangkapan, yakni pukul 15.00, setelah menerima massa dari NU yang melakukan aksi unjuk rasa, Wali Kota Tegal mengikuti rapat evaluasi capaian kerja triwulanan dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Adipura. Pukul 17.45 selesai mengikuti rapat, wali kota menuju Pringgitan untuk kembali ke ruang kerjanya. Pukul 17.50, tiga orang yang diduga petugas KPK datang dan langsung membawa wali kota. Pukul 18.00 , wali kota dibawa dengan menggunakan mobil petugas. (amh/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Granton Akui Hanya 30 Persen ke YSKAI

SEMARANG - Legal Manager PT. Granton Marketing, Sara Ayu Jecita angkat bicara terkait pemberitaan modus voucher donasi sosial untuk anak penderita kanker (charity) yang...

Minta Exit Tol di Mertoyudan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Dua kelurahan di Kota Magelang akan terkena imbas pembangunan jalan tol Bawen – Jogjakarta. Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mulai...

Berani Tusuk Setelah Singgung Marga

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Hamsir Gailea, 26, pembunuh Sadikin Uma Sangaji, 35, mengaku emosi karena tersinggung oleh ucapan korban yang membawa nama marga keluarganya. Pemuda yang...

Dibully dan Membully

RASA kita terkoyak oleh pemberitaan di media massa tentang tewasnya siswa SD di Sukabumi yang masih berusia 8 tahun akibat kekerasan fisik yang dilakukan...

Bentuk Kelompok Ekonomi Desa

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Jadi pilot project Desa Berdaya, Desa Purworejo, Kecamatan Ringinarum mulai melakukan perencaan pemberdayaan masyarakat dengan memaksimalkan potensi lokal desa. Yakni melibatkan...

PPK Terintegrasi dalam Kelas PKN

RADARSEMARANG.COM - GERAKAN pendidikan di sekolah untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah hati (etik), olah rasa (estetik), olah pikir (literasi), dan olah raga...