33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Ratusan Botol Miras Diamankan Satpol PP

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

UNGARAN-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Semarang kembali menyita ratusan botol berisi minuman keras (miras) dalam razia di beberapa kecamatan, Senin malam (28/8) kemarin. Dalam razia tersebut langsung dipimpin oleh Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang, Tajudin Noor.

Tajudin mengungkapkan bahwa razia tersebut dilakukan setelah memperoleh banyak laporan dari masyarakat. “Masyarakat di lokasi yang kami razia telah resah dengan penjualan miras di lingkungannya,” kata Tajudin, Selasa (29/8) kemarin.

Karena itulah, pihaknya langsung melakukan tindakan dengan merazia sejumlah tempat yang diduga menjual miras secara bebas. Beberapa wilayah yang menjadi sasaran razia yaitu Kecamatan Kopeng, Kecamatan Bergas, Kecamatan Ungaran Timur, dan Kecamatan Ungaran Barat.

Ternyata, banyak warung remang-remang menjual miras. Bahkan, selain warung remang-remang pihaknya juga mendapati pedagang kaki lima (PKL) yang juga ikut menjual miras. “Penjual juga ada yang memanfaatkan rumah kosong untuk berjualan miras. Hal itu dilakukan untuk mengelabuhi petugas,” katanya.

Selain ratusan botol miras, Satpol PP Kabupaten Semarang juga mengamankan 20 jerigen ukuran 35 liter berisi tuak. Miras berjenis tuak tersebut disita dari penjual di Kecamatan Kopeng, Ungaran Barat, Ungaran Timur, dan Kecamatan Bergas.

Saat petugas menyambangi tempat penjualan miras tersebut, para penjual sengaja menutup tempat usahanya. Disinyalir, agenda razia sudah bocor terlebih dahulu. Namun, lanjut Tajudin, pihaknya tetap menggeledah tempat yang disinyalir menjual miras. Hasilnya, petugas mendapati ratusan botol miras dan puluhan jerigen tuak. “Penjualan miras bisa menjadi sumber tindak kejahatan dan menyalahi Perda sehingga kami lakukan tindakan. Apalagi yang mengonsumsi banyak yang masih berusia remaja,” lanjutnya.

Kasi Penegakan Perda, Aris Muji Widodo mengungkapkan para penjual miras tersebut jelas melanggar perda Nomor 19/2006 tentang Perubahan Perda Nomor 14 Tahun 2004 tentang Izin Usaha Perdagangan Minuman Keras/Beralkohol (SIUP-MKB). “Para penjual tidak mengantongi izin resmi usaha,” tandasnya.

Dalam razia tersebut, petugas Satpol PP Kabupaten Semarang hanya mendata warga yang kedapatan menjual miras secara ilegal. “Kami data para penjual tersebut, untuk selanjutnya dilakukan pengawasan,” katanya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Go Food Festival Semarang

RADARSEMARANG.COM - SEJAK Senin, 21 Mei 2018, manajemen Gojek membuka GO-FOOD Festival Semarang selama setahun ke depan di area Food Court Pasaraya Sri Ratu...

Jaga Netralitas Penyelenggara

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - DPRD Jateng kembali mengingatkan netralitas penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang digelar pada 27 Juni 2018 mendatang. Hal itu cukup...

Revitalisasi Terminal Terboyo 2018

SEMARANG - Terminal Terboyo yang kini ditetapkan sebagai terminal penumpang angkutan jalan tipe C tipe rencananya akan direvitalisasi pada 2018 mendatang. Berdasar pantauan Jawa Pos...

Bangun Pengolahan Tinja Rp 6 Miliar

RADARSEMARANG.COM, KAJEN—Dua tahun yang lalu Kabupaten Pekalongan pernah mendapat predikat sebagai kabupaten terkumuh di Jawa Tengah. Kini, sedikit demi sedikit stigma tersebut mulai terkikis...

Angkat Kebaya dan Batik Jadi Busana Modern

SEMARANG - Kebaya dan kain batik adalah dua kesatuan yang tidak terpisahkan. Kebaya sendiri adalah sebuah baju adat yang tidak bisa dipisahkan dari wanita...

Rumah Terbakar, Tidur Bersama Sampah, Mandi di Selokan

RADARSEMARANG.COM - Gerakan Wonosobo Bersih yang dihelat Pemkab Wonosobo di kecamatan kota mendadak berubah. Acara dalam rangka mendukung penilaian Adipura itu menjadi gerakan keprihatinan...