RAZIA : Petugas Satpol PP Kabupaten Semarang saat melakukan razia miras di beberapa kecamatan di Kabupaten Semarang, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
RAZIA : Petugas Satpol PP Kabupaten Semarang saat melakukan razia miras di beberapa kecamatan di Kabupaten Semarang, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Semarang kembali menyita ratusan botol berisi minuman keras (miras) dalam razia di beberapa kecamatan, Senin malam (28/8) kemarin. Dalam razia tersebut langsung dipimpin oleh Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Semarang, Tajudin Noor.

Tajudin mengungkapkan bahwa razia tersebut dilakukan setelah memperoleh banyak laporan dari masyarakat. “Masyarakat di lokasi yang kami razia telah resah dengan penjualan miras di lingkungannya,” kata Tajudin, Selasa (29/8) kemarin.

Karena itulah, pihaknya langsung melakukan tindakan dengan merazia sejumlah tempat yang diduga menjual miras secara bebas. Beberapa wilayah yang menjadi sasaran razia yaitu Kecamatan Kopeng, Kecamatan Bergas, Kecamatan Ungaran Timur, dan Kecamatan Ungaran Barat.

Ternyata, banyak warung remang-remang menjual miras. Bahkan, selain warung remang-remang pihaknya juga mendapati pedagang kaki lima (PKL) yang juga ikut menjual miras. “Penjual juga ada yang memanfaatkan rumah kosong untuk berjualan miras. Hal itu dilakukan untuk mengelabuhi petugas,” katanya.

Selain ratusan botol miras, Satpol PP Kabupaten Semarang juga mengamankan 20 jerigen ukuran 35 liter berisi tuak. Miras berjenis tuak tersebut disita dari penjual di Kecamatan Kopeng, Ungaran Barat, Ungaran Timur, dan Kecamatan Bergas.

Saat petugas menyambangi tempat penjualan miras tersebut, para penjual sengaja menutup tempat usahanya. Disinyalir, agenda razia sudah bocor terlebih dahulu. Namun, lanjut Tajudin, pihaknya tetap menggeledah tempat yang disinyalir menjual miras. Hasilnya, petugas mendapati ratusan botol miras dan puluhan jerigen tuak. “Penjualan miras bisa menjadi sumber tindak kejahatan dan menyalahi Perda sehingga kami lakukan tindakan. Apalagi yang mengonsumsi banyak yang masih berusia remaja,” lanjutnya.

Kasi Penegakan Perda, Aris Muji Widodo mengungkapkan para penjual miras tersebut jelas melanggar perda Nomor 19/2006 tentang Perubahan Perda Nomor 14 Tahun 2004 tentang Izin Usaha Perdagangan Minuman Keras/Beralkohol (SIUP-MKB). “Para penjual tidak mengantongi izin resmi usaha,” tandasnya.

Dalam razia tersebut, petugas Satpol PP Kabupaten Semarang hanya mendata warga yang kedapatan menjual miras secara ilegal. “Kami data para penjual tersebut, untuk selanjutnya dilakukan pengawasan,” katanya. (ewb/ida)