33 C
Semarang
Sabtu, 26 September 2020

Penggelap Duit Notaris Divonis Satu Tahun

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

WONOSOBO—Danik Kholifah, terdakwa penggelapan uang kantor notaris milik Bambang Anom Widyo Putro, divonis satu tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Wonosobo. Danik dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan, telah melakukan tindakan pidana penggelapan.

Danik terbukti menggelapkan uang Rp 67 juta dari salah satu klien kantor notaris milik Bambang Anom atau di kantor dirinya bekerja. Seorang klien meminta bantuan balik nama sertifikat, dengan biaya dibebankan senilai Rp 67 juta. Usai dibayarkan, Danik justru menggunakan uang itu untuk kepentingan pribadi.

Bambang Anom menyampaikan, Danik telah lama bekerja di kantor notaris miliknya. Ketika kantor notarisnya masih dipegang sang ayah, jabatan Danik sebagai bendahara dan resepsionis sejak 2011-2016. Akibat perbuatannya Danik, Bambang Anom merasa dirugikan baik materi (laba perusahaan) maupun trust klien ke kantornya.

Bambang Anom menduga, masih banyak kasus penggelapan lainnya. Sebab, ucap Bambang, terhitung sejak Danik menjabat sebagai bendahara, kantornya telah dirugikan senilai lebih dari Rp 3,5 miliar.

Besaran ini dilihat dari jumlah berkas masuk yang mencapai 300 berkas. Dari 300 berkas, menurut Bambang, bisa mencapai Rp 3,5 miliar. Soal ini, lanjut Bambang usai persidangan lalu, akan dilaporkan di segmen berikutnya. “Rp 67 juta ini baru satu contoh. Setelah saya cek, ternyata masih banyak lagi. Akan kita laporkan setelah ini.”

Khusus kasus penggelapan Rp 67 juta, Bambang menjelaskan, proses balik nama sertifikat butuh waktu 4-5 bulan. Artinya, mundur setahun umumnya masih bisa ditoleransi oleh peminta jasa. “Saya tahunya belakangan ini, dapat informasi dari klien langsung. Uang sudah dibayarkan kok belum diproses,” kata Bambang menjelaskan kronologi kecurigaannya. Sejak saat itu, Bambang dibantu pihak yang dirugikan, melapor ke pihak berwajib. (cr2/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...