SIAP-SIAP: Sambil menunggu giliran dipanggil, peserta MTQ berlatih di luar ruangan dengan nada lirih. Sejumlah peserta juga mendengarkan lagu-lagu seni baca Alquran dari telepon pintar mereka, kemarin (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU).
SIAP-SIAP: Sambil menunggu giliran dipanggil, peserta MTQ berlatih di luar ruangan dengan nada lirih. Sejumlah peserta juga mendengarkan lagu-lagu seni baca Alquran dari telepon pintar mereka, kemarin (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU).

MAGELANG—Pemkot Magelang menyelenggarakan lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Pelajar dan Umum Tingkat Kota Magelang. Tujuannya, mencari bibit-bibit unggul pelantun seni baca Alquran.

MTQ berlangsung selama dua hari, sejak kemarin dan terakhir hari ini di Gedung Wiworo Wiji Pinilih. “Para juara akan mendapatkan bimbingan dan pelatihan lagi untuk kesiapan mewakili Kota Magelang ke MTQ tingkat Provinsi Jateng,” kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Magelang, Kunadi, kemarin.

Untuk menjaring bibit unggul, pihaknya membagi cabang lomba. Kategori pelajar, yakni Tartil Alquran, Tilawah Alquran, Hifdzil Alquran 1 juz dan 5 juz.

Sedangkan kategori umum, di antaranya Tilawah Alquran dan Hifdzil Alquran 1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz dan 30 juz. “Lomba ini diikuti sekitar 279 peserta. Rinciannya, 189 peserta pelajar dan 90 peserta umum dari perwakilan masing-masing kelurahan dan kecamatan,” sebutnya.

Kunadi menyampaikan, lomba MTQ sebagai syiar Islam dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan peserta. Juga, mendidik generasi muda untuk mempelajari Alquran. “Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi para ulama dan umat Islam di Kota Magelang.”

Wali Kota Sigit Widyonindito menilai, lomba MTQ dapat memperkuat karakter dan membagun mental spiritual anak-anak. Merekalah tunas muda yang harus dipersiapkan untuk mengisi masa depan. “Kelak, mereka yang menggantikan kita-kita. Sehingga harus disiapkan sejak dini agar menjadi generasi yang maju, cerdas, saleh dan saleha.”

Panitia menghadirkan dewan hakim dari luar daerah untuk menilai kemampuan para peserta. Yang dinilai, tidak hanya dari sisi keindahan suara melantunkan ayat Alquran saja. Tapi juga makhraj yang benar. Semua juara lomba, akan mendapatkan piagam serta uang pembinaan.

Sri Haryani, pendamping peserta MTQ Pelajar dari SMK Citra Medika Kota Magelang mengaku baru sekali berpartisipasi dalam lomba baca Alquran. Ketertarikan mengikuti lomba untuk menambah pengalaman siswanya. “Kami mengirim empat siswa, mudah-mudahan mereka bisa menampilkan yang terbaik.” (put/isk)