MAGELANG—Menghadapi pemilihan gubernur pada Juni 2018—sekaligus persiapan pemilihan legislatif serta pemilihan presiden 2019—Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Magelang mulai membuka pendaftaran Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam).

Ketua Panwaslu Kota Magelang, Endang Sri Rahayu, membenarkan dalam waktu dekat, pihaknya akan membuka pendaftaran Panwascam. Sembari, lanjut Endang, menunggu kepastian persetujuan ruang kantor sekretariat Panwaslu. Pendaftaran dibuka pada 30 Agustus hingga 5 September. Sedangkan pengambilan berkas, sekaligus penerimaan berkas pada 6-12 September.

“Saat ini kami belum punya kantor, karena memang Panwaslu baru selesai ditetapkan dan dilantik pada 25 Agsutus lalu. Meski begitu, sambil menunggu jawaban dari Pemkot, kami sudah mulai membuka pendaftaran Panwascam.”

Untuk Kota Magelang yang hanya 3 kecamatan, maka kebutuhan Panwascam hanya 9. “Nantinya per kecamatan ada 3 Panwascam. Kemudian, Panwascam selanjutnya merekrut Panitia Pengawas Lapangan (PPL) masing-masing kelurahan. Nantinya, akan ditetapkan 17 kelurahan sesuai jumlah kelurahan di Kota Magelang.”

Terkait potensi kerawanan pelanggaran, Endang menjelaskan, ada di Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang selalu menimbulkan konflik. Masalah DPT, tambah Endang, adalah permasalahan klasik namun sensitif. Ia mencontohkan, data awal DPT di Kota Magelang sekitar 93.000-an. Nah, setelah verifikasi, ternyata sekitar 89.000-an. “Potensi lain yang rawan pelanggaran adalah tempat di mana para kandidat bertempat tinggal.” (cr3/isk)