33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

12 Calhaj Jateng Meninggal di Tanah Suci

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Hingga 27 Agustus 2017, sebanyak 12 jamaah calon haji (calhaj) asal Jateng meninggal di Arab Saudi. Berdasarkan diagnosa tim kesehatan, kebanyakan disebabkan serangan jantung. Mereka dimakamkan di Arab Saudi dan tidak dipulangkan ke Indonesia.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kementerian Agama Kantor Wilayah Provinsi Jateng, Sholikhin, mengungkapkan, sebenarnya terdapat 13 orang yang telah meninggal di musim haji tahun ini dari embarkasi Solo. “Tapi yang satu sudah meninggal ketika di Asrama Haji Donohudan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (29/8).

Sholikhin menambahkan, tahun ini terdapat 33.892 jamaah terbagi dalam 95 kloter melalui Embarkasi Solo. Semuanya sudah diberangkatkan ke Tanah Suci mulai 28 Juli sampai 26 Agustus 2017 lalu. Rinciannya, 30.244 jamaah dari Provinsi Jateng, 3.174 jamaah dari Daerah Istimewa Jogjkarta (DIJ), dan 474 petugas haji.

Sekretaris Komisi A DPRD Jateng, Ali Mansyur HD, yang juga pernah menjadi Tim Pembimbing Haji Daerah (TPHD), mengatakan, memang faktor cuaca berpengaruh pada kekuatan fisik para jamaah haji. Maka sebelum berangkat diperlukan persiapan fisik secara baik.

“Calon jamaah haji sebelum berangkat mesti diberi informasi riil di sana, sehingga dia bisa mempersiapkan diri dengan latihan fisik ringan. Misalnya, jalan santai di rumah, kebiasaan itu ketika di sana akan bisa lebih mudah,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, idealnya berhaji adalah di usia 40-50 tahun. Namun dengan situasi saat ini, yakni masa tunggu yang cukup lama, memang tidak memungkinkan. Meskipun saat ini pemerintah sudah membuat kebijakan dengan mendahulukan calon yang usianya sudah lanjut.

“Fakta di lapangan tidaklah ringan. Apalagi yang mendapatkan penginapan yang agak jauh dengan Masjidil Haram dan jauh dari Masjid Nabawi. Kalau di Masjidil Haram memang ada bus yang berputar saat jam salat, saya alami sendiri yang terkadang harus berdesak-desakan,” ungkapnya.

Mansyur juga berharap, ada penambahan petugas medis di setiap kloter. Sebab, yang terjadi, setiap kloter yang berisi sekitar 300 orang hanya ada satu dokter dan dua paramedis. Perlu ada penambahan petugas medis dalam setiap kloter.

Sedangkan untuk para petugas medis, imbuhnya, juga harus menjalankan fungsinya secara proporsional. Harus menempatkan tugasnya sebagai petugas medis dibanding kepentingan pribadi, yakni berkesempatan melakukan ibadah haji. “Kan petugas itu rata-rata juga menjalankan ibadah haji, makanya mereka juga harus tahu porsinya. Sehingga jika ada penanganan darurat, jamaah lain bisa tertangani dengan cepat,” tegasnya. (amh/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ferry Anggap Keterangan Retno Mengada-ada

SEMARANG - Anggota Komisi B DPRD Jateng Ferry Firmawan, akhirnya angkat bicara terkait adanya pelaporan dirinya di Polrestabes Semarang terkait Kekerasan Dalam Rumah Tangga...

Warga Sudah Terdaftar UHC, RS Jangan Kekurangan Tempat

SEMARANG-Nur Qoyum, 40, warga Tambak Mulyo RT 4 RW 15 Kelurahan Tanjung Mas, Semarang mengaku ingin segera mendaftar program Universal Health Coverage (UHC). Yakni, program...

Tampilkan Karakter dalam Tas Lukis

Tas lukis belakangan kembali digemari. Gambar maupun aksen tulisan yang dilukis sesuai dengan pesanan dinilai dapat mewakili perasaan maupun karakter pribadi. Hasilnya, tas terkesan...

Bhayangkara Muda Mulai Tancap Gas

RADARSEMARANG.COM, DEMAK -  Setelah disahkan sebagai anggota PSSI, tim Bhayangkara Muda FC (BMFC) mulai menggenjot persiapan mereka untuk turun di kompetisi amatir musim 2018...

Amankan Kecelakaan, Polwan Dipukul Pemabuk

KEBUMEN – Kasium Polsek Kebumen Polres Kebumen Aiptu Nuraniah mendapat perlakuan kekerasan saat menangani kecelakaan antara sepeda motor dengan sepeda motor di Jalan Pahlawan...

Ingin Magelang Bebas Kawasan Kumuh

MAGELANG – Peringatan Hari Jadi ke-1.111 Kota Magelang menjadi pecut bagi Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito dan Wakil Wali Kota Windarti Agustina dalam membangun...