32 C
Semarang
Selasa, 22 Juni 2021

Gagalkan Transaksi, Bekuk Napi Pengendali

SEMARANG – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng berhasil menggagalkan transaksi narkoba di kawasan Kaligawe, Minggu (27/8). Dari penangkapan dua orang tersebut, petugas juga berhasil mengungkap pengendali peredaran narkoba, di balik Lapas Sragen. Narapidana bernama Amirul Huda, 25, yang mendekam di Lapas Sragen itu pun juga dibekuk petugas BNN.

Warga Kelurahan Dadapsari Semarang Utara, itu dijemput petugas BNN Jateng di Lapas Sragen pada Senin (28/8) lalu. Pengungkapan bermula ketika petugas BNN Jateng mendapat informasi adanya narkoba di sekitar lokasi Jalan Raya Kaligawe, Kecamatan Genuk, Minggu (27/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah petugas melakukan pengamatan, melihat seorang laki-laki di seberang RSI Sultan Agung Kaligawe, dekat halte bus, tidak jauh sebelum pabrik PT Nyonya Mener meletakan bungkusan sesuatu yang diduga narkoba.

“Pada pengamatan ini, selang berapa lama tampak seseorang mengendap-endap kemudian mengambil bungkusan barang yang diletakan orang tadi. Kemudian orang tersebut kita sergap dan kita interogasi,” ungkap Kepala BNNP Jateng Tri Agus Heru Prasetyo saat gelar perkara di Mako BNNP Jateng Selasa (29/8) kemarin.

Mengetahui kedatangan petugas, laki-laki yang diketahui bernama Awiyanto (AW), 40, warga asal Kecamatan Dukuh Seti Kabupaten Pati, itu langsung membuang barang tersebut ke sungai.

“Untuk menemukan kembali bungkusan itu, dua petugas kami juga harus mencari di dalam sungai. Pertama tidak ketemu, karena minimnya penerangan. Kemudian turun lagi menggunakan penerangan dan akhirnya menemukan bungkusan rokok yang di dalamnya berisi narkoba jenis sabu seberat 25 gram,” terangnya.

Saat melakukan penangkapan terhadap AW, petugas juga menangkap Moch Fauzi, alias MF, 35, warga Jalan Bedas Utara 234, Kelurahan Dadapsari Semarang Utara, yang meletakkan bungkus (narkoba) tersebut.

“Hasil pengembangan dan penggeledahan di rumah MF ditemukan barang bukti sabu sebanyak 275 gram. Barang ini disimpan dalam safety box yang memakai sandi rahasia, hanya diketahui MF. Kita juga menemukan dua alat timbang elektronik,” terangnya.

Selanjutnya dua tersangka ini langsung digelandang ke Mako BNNP Jateng untuk dilakukan pemeriksaan dan pengembangan. Tersangka mengakui, melakukan perbuatan tersebut atas perintah Amirul Huda yang saat ini masih menjalani hukuman di dalam Lapas Sragen atas vonis kasus narkoba.

“Amirul ini dapat sabu dari Aceh. Mereka saling berkomunikasi menggunakan handphone. Mereka saling kenal karena tetanggaan dan kenal dengan AW ini sebelumnya kenal dengan keponakanya,” ujarnya.

Sesuai rencana, sabu tersebut akan diedarkan oleh tersangka AW dipelosok pedesaan wilayah Pati. Antara lain, Desa Kembang, Dukuh Seti, Kedawung dan Puncel. Sisanya akan dipasarkan diwilayah pinggiran daerah Jepara. “Jadi total barang pengungkapan ini sebanyak 300 gram,” katanya. Sedangkan tersangka Amirul Huda, diketahui merupakan napi yang sudah dua kali terjerat pidana dengan vonis tiga tahun dan enam tahun penjara atas kasus narkoba. (mha/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here