33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Salurkan PKH ke 58.000 Orang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Pemerintah dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya masyarakat yang berpenghasilan rendah (MBR) menggelar berbagai program. Diantaranya Program Keluarga Harapan (PKH). Sampai saat jumlah kepala keluarga yang sudah menerima bantuan melalui BNI tercatat 58.000 orang dan hanya 1 persen yang belum disalurkan.

Menurut Vice Presiden Head of Consumer Holding PT BNI (Persero) RM Bambang Kusumadi, 1 persen atau sekitar 900 orang yang belum menerima bantuan ini dikarenakan mereka belum sempat mengambil. Diakui untuk dapat menerima bantuan tersebut harus memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh pemerintah.

Selain menyalurkan PHK, BNI juga menyalurkan program bantuan non tunai. Yakni berupa sembako, seperti telur, beras, minyak dan lainnya. Khusus untuk bantuan non tunai ini jumlahnya mencapai 42.000 di Kota Semarang. Dari jumlah itu, yang belum mengambil ada 18 persen. “Penerima bantuan yang belum mengambil ini karena mereka belum sempat untuk datang atau karena kesibukannya bekerja,” ujarnya.

Sedangkan jumlah transaksi yang sudah terjadi hingga saat ini untuk program PKH mencapai 66.519 transaksi, dan untuk program BPNT 324.320 transaksi. Jumlah ini tentunya akan terus bertambah seiring dengan penerima bantuan yang melakukan transaksi.

Khusus untuk penerima bantuan sosial Program Indonesia Pintar (PIP) yang disalurkan melalui BNI sebanyak 5.196 pelajar. BNI dalam hal ini menyalurkan untuk pelajar tingkat SMK. Mengenai jumlah nilai rupiah tidak sama antara kelas 1,2 dan 3.

Sementara itu Ketua Komisi VIII DPR RI, Hamka Haq dalam kunjungannya ke E-Warong (warung gotong royong ) Mitra Sejahtera jalan Srinindito V Semarang, bersama rombongan mengakui program bantuan sosial di Semarang sudah berjalan baik. Namun perlu dicermati, ada penerima bantuan yang sudah tidak berhak menerima bantuan, karena sudah dianggap mapan.

“Ada keluhan dari Dinas Sosial, ada penerima bantuan yang sudah mapan, tetapi tetap saja menjadi penerima. Untuk itu perlu ketegasan, misalnya rumah difoto, yang akan menunjukkan penerima bantuan sudah mapan. Masa 5 tahun menerima bantuan tidak ada perubahan,” tutur Hamka Haq.

Selain itu dia juga meminta, penerima bantuan sosial ini hanya memiliki satu kartu, tetapi bisa digunakan untuk semuanya. “Jadi ketika diminta menunjukkan kartunya, penerima tidak harus mengeluarkan semua kartu karena bingung mencarinya. Jadi dengan satu kartu sudah cukup,” tuturnya.

Menanggapi masalah ini Bambang mengungkapkan BNI sudah siap menyediakan satu kartu. Hanya saja program bantuan sosial ini tidak hanya dikeluarkan oleh satu dinas, tetapi ada beberapa dinas, sehingga perlu ada koordinasi lebih dulu antar dinas.

Sementara itu Wahyu Sri Wulandari pengelola E-Warong mengaku adanya program ini sangat membantu. Selain itu dalam mengelola E-Warong juga ada pendampingan, sehingga bila terjadi kesalahan dapat segera diatasi. (tya/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Akan Ingatkan Birokrat agar Tidak Korupsi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Bakal Calon (balon) Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said menandaskan bahwa jika dirinya terpilih sebagai gubernur, setiap hari akan mengingatkan para pejabat di Jateng...

800 Butir Pil Double L Diamankan

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Polres Demak berhasil menangkap dua pengedar obat obatan daftar G. Yaitu, tersangka Ahmad Bahtiar, 22, warga Kampung Tembiring, RT 7 RW...

Hibahkan Tanah untuk Jalan

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO - Tak kurang dari 377 warga Desa Mlandi, Kecamatan Garung yang terkena imbas pembangunan Jalan Rakai Panangkaran dari Desa Mlandi menuju kawasan...

Dewan Gedok Tiga Perda

SEMARANG – DPRD Jateng merampungkan tiga rancangan peraturan daerah dan langsung disahkan menjadi perda dalam rapat paripurna, Selasa (25/4). Yakni Raperda Sistem Perencanaan Pembangunan...

Shelter BRT Roboh

SEMARANG- Lengkap sudah persoalan yang membelit pengelola Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Selain tengah diguncang kasus pencurian, penggelapan dan korupsi, ternyata sejumlah shelter...

Puasa Tapi Tidak Shalat

Assalamu’alaikum pak Kyai, Saya ingin menanyakan bagaimana hukumnya orang yang mengerjakan puasa tetapi tidak mengerjakan shalat? Apakah puasanya sah dan apakah diterima amal puasanya?...