33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Persibat Tunggu Sidang Komdis

Persijap Menolak Lanjutkan Tanding

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

JEPARA-Terkait aksi mogok pemain Persijap dalam lanjutan Liga 2 Indonesia grup 3 saat menghadapi Persibat Batang di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara, Minggu (27/8) kemarin, manajemen Persibat menunggu status pertandingan tersebut dari sidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI dan PT LIB(Liga Indonesia Baru).

“Kami cukup menyesalkan kejadian tersebut. Namun terkait hasilnya, kami menunggu sidang Komdis. Kami akan mematuhi apapun keputusan dari Komdis dan PT LIB,” kata Media Officer Persibat Batang, Ali Mahmudi, Senin (28/9) kemarin.

Ditambahkan Ali, dari laporan PP (Pengawas Pertandingan), Persijap secara resmi menolak melanjutkan pertandingan di menit babak tambahan waktu. Karena kecewa, dengan alasan keputusan wasit tak berpihak pada tim Persijap Jepara.

Permasalahan tersebut bermula, saat salah satu pemain Persijap Jepara melanggar pemain Persibat Isaac Djober di dalam kotak pinalti di menit ke 90+2. Tanpa pikir panjang, wasit asal Malang, Supriawan mengganjar pemain Persijap Syarif Wijayanto dengan kartu kuning dan menunjuk titik putih. Padahal saat itu, Persijap sudah unggul 2 gol atas Persibat Batang.

Dan hukuman pinalti para pemain Persijap serta officialnya langsung memprotes keputusan wasit sehingga menyebabkan berhentinya pertandingan. Kondisi semakin tidak kondusif setelah beberapa suporter Persijap masuk ke lapangan dan menyalakan flare. Kendati begitu, masih bisa dikendalikan oleh pihak keamanan.

Setelah keamanan bisa kondusif, akhirnya wasit memutuskan untuk melanjutkan pertandingan dengan pinalti. Walaupun tim Persijap tetap bersikukuh untuk tidak melanjutkan pertandingan. Para pemain menolak memasuki lapangan pertandingan, untuk melanjutkan proses pinalti.

Kondisi diperparah dengan banyaknya suporter Persijap yang memasuki lapangan serta mengejar wasit. Sehingga Pengawas Pertandingan, memutuskan pertandingan dihentikan lantaran tim Persijap tak berkenan melanjutkan pertandingan.

Ali menjelaskan, sampai kini pihaknya belum ada kejelasan tentang skor akhir pertandingan. Jika dilihat dari peraturan yang ada, jika salah satu klub tidak berkenan melanjutkan pertandingan padahal waktu masih tersisa, bisa dikenakan hukuman kalah WO 3-0. “Kami masih menunggu hasil sidang, mungkin kalau tidak, Rabu atau Kamis sudah ada keputusan,” ujar Ali.

CEO Persibat, Dhedy Irawan menambahkan bahwa saat pertandingan, para pemain bermain baik di babak pertama. Bahkan bisa menjebol dulu gawang Persijap di menit 28 oleh Hapidin. Namun karena lengah, pada menit 51 Oropka menyeimbangkan skor, bahkan Oropka menambahkan gol di menit 62, sehingga skor 2-1 untuk Persijap.

“Pemain kami di babak 1 bisa memanfaatkan peluang dengan baik. Tapi di babak ke-2, lengah sehingga kecolongan dua gol yang semestinya tidak perlu terjadi andaikata pemain sigap dan mengantisipasi. Atas hasil ini, kami menunggu mukjiat untuk lolos 16 besar,” ujar Dedhy. (han/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Lulusan Dilirik Perusahaan Besar

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – SMK Muhammadiyah 2 Muntilan Kabupaten Magelang menargetkan lulusannya terserap di dunia kerja. Pihak sekolah berupaya mengoptimalkan fungsi bursa kerja khusus (BKK)...

Upah Rendah Belum Tentu Investasi Tinggi

SEMARANG – Pemerintah daerah didesak tak menjual upah buruh murah sebagai daya pikat kepada investor. Sebab, upah buruh yang rendah tak selalu berkorelasi dengan...

BRT Tawang-Bawen Beroperasi Juli

UNGARAN – Rencana operasional Bus Rapid Transit (BRT) Aglomerasi koridor I Tawang Semarang) - Terminal Bawen bakal beroperasi Juli 2017 ini. Tahap pertama akan...

Konsep Rustic Bergaya Klasik  Jadi Daya Tarik

SEMARANG – Persaingan bisnis perhotelan di Kota Semarang kian ketat. Namun hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen All Stay hotel untuk terus berinovasi...

Mundur Jika Tidak Dapat Kursi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Semarang Suryanto optimistis mampu membawa Hanura memperoleh kursi di DPRD Kota...

Panwas Tegur Kepala Dinas

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Panwaskab Magelang kembali menjumpai dugaan pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Magelang. Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah...