33 C
Semarang
Kamis, 6 Agustus 2020

Isu SARA Sulit Dibawa ke Jateng

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANG – Isu suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) yang sempat menyelimuti Pilgub DKI Jakarta, dikhawatirkan bakal merambat pada Pilgub Jateng, 2018 mendatang. Dari hasil survei Lembaga Pengkajian dan Survei Indonesia (LPSI) mengenai pemetaan perilaku pemilih, 46,6 persen masih sensitif dengan keyakinan dan agama dalam pilihan politik.

Direktur LPSI, M Yulianto mengatakan, kekhawatiran mengenai isu SARA itu merupakan dampak atmosfer politik saat Pilkada DKI. Sebab jika menengok proses Pilkada selama ini, tidak pernah ada persinggungan mengenai keyakinan. “Pilkada DKI kemarin membunuh moral demokrasi. Sebab mengesampingkan integritas, kompetensi, seseorang dengan kepercayaan,” katanya.

Meski begitu, akademisi  dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang ini menilai isu SARA akan sulit dibawa ke Jateng. Terlebih jika melihat nama-nama figur yang kini muncul ke publik, baik untuk bakal calon gubernur maupun bakal calon wakil gubernur, memiliki keyakinan yang sama.

Dia berharap, jika para calon memang ingin mempopulerkan dirinya dalam kontestasi Pilgub Jateng 2018, sebaiknya membawa isu lain. Seperti mengenai persoalan lingkungan, infrastruktur publik, dan kemiskinan. “Jangan soal SARA,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berharap proses Pilkada serentak tahun 2018 di Jateng berjalan dengan lancar dan damai. Terlebih secara budaya, masyarakat di Jateng berbeda dengan daerah lain. “Mudah-mudahan sih tidak ada. terutama mereka yang trauma dengan di Jakarta. Kalau di sini, mau apa yang ingin dikembangkan SARA-nya,” katanya.

Dia pun bersyukur, sindikat penyebar meme dan konten tulisan berbau SARA dan ujaran kebencian telah berhasil diringkus aparat kepolisian. Hal itu menurut Ganjar, dapat memberi pemahaman ke masyarakat bahwa sebenarnya konten ujaran kebencian, fitnah, SARA, ada yang memproduksi. “Saracen tertangkap membuka mata masyarakat bahwa fitnah ternyata ada yang memproduksi,” tegasnya.

Sementara itu Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng, Joko Purnomo mengungkapkan, kekhawatiran adanya isu SARA di Jateng sebenarnya berlebihan, sebab Jateng bukan Jakarta. Namun demikian, KPU akan mendesain Pilgub Jateng dengan mengedepankan toleransi yang tinggi.

“Selain membuat iklan layanan masyarakat, kita akan menggandeng seluruh elemen masyarakat dan tokoh agama, bahkan nanti kita juga koordinasi kelembagaan dari provinsi sampai kabupaten dan kota,” katanya. (amh/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Perlintasan KA Jadi Perhatian Khusus

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Jalur perlintasan Kereta Api (KA) di wilayah Mranggen dan Karangawen menjadi perhatian khusus Pemkab Demak. Sebab, jalur KA ini beberapa diantaranya tanpa...

Polres Klaim Belum Terima Laporan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG—Polres Magelang Kota mengaku belum menerima laporan kasus dugaan penipuan investasi bodong yang membelit beberapa nasabah koperasi Mari Menabung. Kasat Reskrim Polres Magelang...

Latih Difabel Selamatkan Diri

SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah melakukan sosialisasi mitigasi bencana bagi penyandang difabel. Sebab, ketika bencana datang, mereka harus segera menyelamatkan...

Terbangkan Balon Udara Bahayakan Penerbangan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Masyarakat diminta tidak menerbangkan balon udara pada saat tradisi Syawalan pasca-Lebaran tahun ini. Tradisi menerbangkan balon, harus mengikuti aturan yang ada. Yakni, ditambatkan. Artinya,...

Pernak-Pernik Imlek Laris

MAGELANG - Warga Tionghoa di Magelang mulai berburu pernak-pernik Imlek. Salah satunya  di pameran Artos Mall. Hiasan yang dibeli mewakili harapan-harapan mereka. Beberapa barang yang...

Jukir Palsu Bawa Kabur Motor

MAGELANG - Modus para pelaku pencurian kendaraan bermotor kini semakin kreatif. Terbaru, pelaku rela menyamar menjadi juru parkir (jukir) demi mendapatkan motor incaran. Modus pencurian...