Anggota Lintas Profesi, Tempat Berbagi Apa saja

Lebih Dekat dengan Komunitas Ibu Muda (Bukibuk) Semarang

177
KOMPAK: Puluhan ibu-ibu muda yang tergabung dalam Komunitas Ibu Muda (Bukibuk) Semarang saat launching akun Instagram @bukibuk.SMG (DIAZ AZMINATUL ABIDIN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
KOMPAK: Puluhan ibu-ibu muda yang tergabung dalam Komunitas Ibu Muda (Bukibuk) Semarang saat launching akun Instagram @bukibuk.SMG (DIAZ AZMINATUL ABIDIN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

Sejumlah ibu muda tergabung dalam Komunitas Ibu Muda atau Bukibuk Semarang.  Komunitas ini menjadi wadah ibu-ibu muda saling berbagi dan sharing pengetahuan dan pengalaman. Seperti apa?

DIAZ AZMINATUL ABIDIN

AYANG Fitriani, 28, merasa senang menjalani profesinya sebagai humas di sebuah universitas swasta di Semarang, meskipun memiliki banyak pekerjaan rumah sebagai ibu rumah tangga. Apalagi ia baru belajar menjadi ibu muda dengan satu anak berusia 2 tahun, Muhammad Nurrajendra Al Jalil. Sebagai seorang ibu, Ayang harus mampu menyelesaikan semua pekerjaan rumah, termasuk dalam merawat anak semata wayangnya.

“Sebagai ibu muda, banyak yang masih kurang paham dalam merawat anak, mengetahui kesehatan anak dan lain-lain. Karena itulah beberapa ibu muda berinisiatif membentuk Komunitas Bukibuk ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Komunitas Ibu Muda Semarang atau Bukibuk ini berawal dari group kecil di WhatsApp, Awalnya, Bukibuk Semarang hanya beranggotakan kurang dari sepuluh orang. Namun dalam waktu singkat, anggotanya bertambah, bahkan kini jumlahnya mencapai ratusan orang.

“Setelah beberapa kali diadakan pertemuan, akhirnya komunitas yang baru terbentuk pada 30 Maret 2017 ini langsung memutuskan untuk terus berbagi dengan ibu-ibu muda lainnya yang minim pengetahuan sebagai seorang ibu baru. Lalu tercetuslah untuk launching akun Instagram @bukibuk.SMG dengan tema Ibu Hebat, Ibu Merdeka,” kata Ayang yang juga mantan penyiar radio ini.

Launching akun media sosial Instagram @bukibuk.SMGini dilakukan pada 26 Agustus lalu di Hotel Neo Candi Semarang.

Dijelaskan, komunitas ini beranggotakan ibu muda berusia 21 hingga 30 tahun. Awal kegiatan komunitas itu, mereka membuat kelas kecil edukasi mengenai essential oil class untuk mendukung kesehatan keluarga.

”Konsep utamanya kami ingin berbagi. Berbagi apapun. Ya, berbagi cerita, berbagi kendala, dan berbagi ilmu pengetahuan. Kebetulan tema pertama yang kami angkat untuk mendukung launching ini adalah essential oil,” jelas Edtrianasari Pandu Harmonita, Ketua Komunitas Bukibuk Semarang.

Edtrianasari menambahkan, adanya komunitas ini diharapkan para ibu muda bisa saling menguatkan dan mendukung satu sama lain tentang segala hal yang dibutuhkan ibu muda baik mengenai kesehatan keluarga dan sebagainya.

“Dan pastinya latar belakang profesi serta pendidikan yang beragam dari anggota diharapkan tidak mengurangi kekompakan para anggotanya, tapi malah bisa untuk saling menutupi dan mendukung satu sama lain.” terang entrepreneur muda yang memiliki satu momongan ini.

Ke depan, ia mengharapkan Komunitas Bukibuk Semarang makin solid. Komunitas ini masih menerima anggota baru bagi ibu-ibu muda yang merasa perlu wadah untuk berbagi dan memerlukan dukungan dari para ibu lainnya. (*/aro)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here