Alwin Dorong Percepatan Normalisasi

Atasi Banjir di Demak dan Grobogan

184
KUNJUNGAN KERJA : Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri (kiri) saat memimpin kunjungan kerja ke lokasi proyek pengendalian banjir sistem Sungai Jragung Paket I di Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, kemarin (Istimewa).
KUNJUNGAN KERJA : Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri (kiri) saat memimpin kunjungan kerja ke lokasi proyek pengendalian banjir sistem Sungai Jragung Paket I di Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, kemarin (Istimewa).

SEMARANG – Ketua Komisi D DPRD Jateng Alwin Basri mendorong percepatan penyelesaian proyek normalisasi sistem sungai Jragung. Sebab dengan tuntasnya proyek normalisasi 3 sungai tersebut, wilayah Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak serta Desa Tajemsari, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan akan terbebas dari banjir.

Komisi D DPRD Jateng melakukan pantauan di lokasi proyek pengendalian banjir sistem sungai Jragung Paket I di Desa Jragung, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Senin (28/8). Menurut Alwin, dalam proyek tersebut, ada 3 sungai yang dinormalisasi. Yaitu Sungai Jragung dengan pekerjaan normalisasi sungai, dan perkuatan tanggul dengan minipile, Sungai Jragung Lama hanya dinormalisasi, dan Sungai Cabean dengan pekerjaan normalisasi sungai, perkuatan tanggul dengan CCSP, pembuatan 4 jembatan, serta pekerjaan bronjong. Pelaksana proyek juga melakukan sudetan sepanjang 100 meter.

“Panjang sungai yang dinormalisasi bervariasi. Sungai Jragung sepanjang 4 kilometer, Sungai Jragung Lama 12 kilometer, dan Sungai Cabean 11 kilometer,” ujar politisi PDI Perjuangan ini. Proyek SNVT Pengendalian Jaringan Sumber Air BBWS Pemali Juana tersebut dikerjakan oleh  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dengan anggaran Rp 193,2 miliar dari APBN.

Dikatakannya, proyek sudah dikerjakan sejak 1 September 2016 dan diharapkan rampung pada September 2018. “Sejauh ini progresnya bagus. Hingga 20 Agustus 2017, dari rencana pengerjaan 31,513 persen, realisasinya mencapai 34,882 persen atau lebih cepat 3,309 persen,” tandasnya.

Pihaknya mendorong percepatan proyek tersebut guna mengatasi sebagian wilayah Demak dan Grobogan yang selama ini menjadi langganan banjir. “Aliran ketiga sungai tersebut melintasi wilayah Demak dan Grobogan. Dengan rampungnya normalisasi, diharapkan banjir di Jragung, Demak dan Tegowanu, Grobogan tak lagi terjadi,” paparnya.

Dengan normalisasi yang dilakukan, lebar sungai akan menjadi 70 meter. Sebelumnya lebar sungai menyempit hingga sekitar 10 meter karena sedimentasi. “Kami mendorong percepatan penyelesaian proyek karena sifatnya sangat urgent. Apalagi aliran sungai ini nantinya terkoneksi dengan daerah lain,” ujarnya. (ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here