33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Ajak Masyarakat Sadar Kesehatan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – DPRD meminta Pemprov mengoptimalkan keberadaan desa siaga untuk mengkampanyekan hidup sehat kepada masyarakat. Karena selama ini kesadaran masyarakat belum besar, sehingga banyak masyarakat yang terserang berbagai penyakit. Seperti kurang bisa menjaga kebersihan lingkungan dan kurang asupan gizi.

Anggota Komisi  E DPRD Jateng, Muh Zen Adv mengatakan, keberadaan desa siaga di Jateng sudah bagus. Jika dioptimalkan bisa menekan angka berbagai penyakit dan bisa sebagai upaya untuk mengajak masyarakat sadar kesehatan. Karena diakui atau tidak di Jateng masih banyak daerah yang sulit diakses. “Kesadaran masyarakat butuh ditingkatkan, dan salah satunya bisa melalui desa siaga,” katanya dalam Diskusi “Menjaga Kesehatan Masyarakat” di Hotel Quest Semarang, kemarin.

Ia tidak menampik, jika keterbatasan anggaran masih menjadi kendala persoalan kesehatan di Jateng. Untuk itu, harusnya ada campur tangan pemerintah kabupaten/kota untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di Jateng. Sebab, anggaran di Dinas Kesehatan Jateng belum sepenuhnya bisa mengcover. “Anggaran yang ada harus dioptimalkan, kami berharap tidak ada program yang terhambat karena keterbatasan anggaran,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yulianto Prabowo tidak menampik jika anggaran belum begitu besar. Di Jateng sendiri anggaran sekitar 10 persen dari jumlah APBD. Meski begitu, ia mengaku tidak masalah dan terus berupaya untuk mengoptimalkan anggaran yang ada. “Kesehatan ini masalah urgent, jadi kami berharap masyarakat bisa sepenuhnya sadar pentingnya menjaga kesehatan,” katanya.

Banyak faktor yang menyebabkan datangnya berbagai penyakit. Terutama di tengah pergantian musim seperti sekarang dari penghujan menuju kemarau. Berbagai penyakit seperti saluran pernafasan, diare sampai demam berdarah masih terus mengancam. “Masyarakat harus bisa menjaga kebersihan lingkungan, karena jika lingkungan tidak sehat bisa menimbulkan berbagai penyakit,” tambahnya.

Ia juga terus mendukung keberadaan Desa Siaga di Jateng. Desa Siaga sangat penting, karena pembangunan semua diawali di desa. Pihaknya terus melakukan pendekatan program kesehatan dengan pendekatan keluarga. Memastikan semua keluarga tak ada problem kesehatan menjadi tujuan utama. “Karena ketika keluarga sehat bisa untuk menuju dan membawa Jateng sehat,” tambahnya. (fth.mg39/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Diaudit, Koperasi RSUD Tunda Beri Pinjaman

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Koperasi Karyawan Bhineka Husada RSUD Kota Salatiga menunda pencairan pinjaman anggotanya. Hal itu dilakukan karena koperasi yang beranggotakan ratusan karyawan RSUD...

Sejumlah Proyek Molor

CILACAP – Sejumlah proyek yang didanai APBD Kabupaten Cilacap dipastikan mengalami keterlambatan dari target yang sudah ditetapkan. Salah satunya paket pekerjaan perbaikan dua jembatan...

BPBD Minta Warga Waspadai Bencana Musiman

DEMAK - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak mulai mewaspadai datangnya bencana musiman, seperti angin puting beliung dan banjir. Karena itu, untuk menangani potensi...

Sudah Kebal dengan Cibiran dan Fitnah

Syiar agama Islam di kompleks lokalisasi tentu tidak mudah. Termasuk apa yang dilakukan para imam dan pengurus masjid di kompleks pelacuran ini. TAK banyak yang...

Permendagri Baru Sebagai Dasar Penyempurnaan Perda

DEMAK - Terbitnya Permendagri baru, yakni Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 tentang perubahan atas Permendagri Nomor 83 Tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat...

Simpatisan Cakades Sempat Tutup  Jalan     

DEMAK - Karena jagonya kalah dalam pemilihan kepala desa (Pilkades), seorang warga simpatisan calon kades di Desa Karangrowo, Kecamatan Wonosalam sempat memblokir jalan dengan...