33 C
Semarang
Kamis, 6 Agustus 2020

SMPN 3 Tirto Bebas Banjir Rob

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

KAJEN – Tiga bulan setelah pembangunan tanggul raksasa di Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, ternyata bukan hanya tiga desa, yakni Desa Karangjompo, Desa Tegaldowo dan Desa Mulyorejo saja yang airnya surut. Namun juga ada 18 sekolah di tiga desa tersebut yang airnya tidak lagi masuk ruang kelas.

SMPN 3 Tirto adalah salah satu sekolah yang saat ini bebas banjir rob. Sabtu (26/8) Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi sengaja mengunjungi sekolah tersebut. Dia memastikan surutnya air. Mengingat saat ini kondisi air sedang pasang, atau air laut naik ke darat.

Ratusan siswa SMPN 3 Tirto berjejer menyambut kedatangan Bupati Asip untuk mengucapkan terima kasih karena sekolahnya tidak lagi banjir rob. Para siswa pun tidak lagi mengenakan sepatu boot ketika bersekolah, yang dulu pernah diberikan Bupati Asip untuk digunakan ketika masuk ke SMPN 3 Tirto.

Kepala SMPN 3 Tirto, Nariko Chandra, mengungkapkan sekolahnya tidak lagi banjir sejak tiga bulan terakhir atau tepatnya bulan Juni. Padahal selama 8 tahun sekolahnya mengalami banjir sepanjang tahun. Sehingga dirinya sangat bersyukur, karena kondisi tersebut adalah awal pendaftaran siswa baru.

Menurutnya surutnya air di sekolahnya karena genangan air yang ada telah mengalir ke tanggul lintang, yang disedot dari Desa Mulyorejo yang jaraknya 500 meter dari lokasi sekolah.

“Air yang semula 50 centimeter dan masuk di semua ruang kelas, sekarang tidak ada lagi air yang masuk ke sekolah, bahkan hingga halaman depan sekolah yang dulu sempat satu meter,” ungkap Nariko.

Nariko juga mengatakan dampak yang dirasakan sejak sekolahnya bebas banjir rob, meningkatnya jumlah siswa baru yang mendaftar hingga 40 persen. Bahkan sekolahnya sempat menolak siswa karena kapasitas yang tidak lagi dapat menampung karena banyaknya siswa yang mendaftar.

Padahal sebelumnya SMPN 3 Tirto, adalah sekolah yang paling tidak diminati, meski sekolahnya berada tidak jauh dari pantura, karena air yang selalu masuk di sekolah tersebut.

Sementara itu Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menegaskan dengan adanya pembangunan tanggul melintang atau tanggul gotong royong, bukan hanya 5000 an rumah yang tidak lagi tergenang air. Bahkan ada puluhan SD dan SMP yang bebas banjir karena air telah surut.

Menurutnya bahkan saat ini perekonomian di tiga desa yakni Desa Mulyorejo, Karangjompo dan Tegaldowo berangsur mulai pulih. Sebab banyak pengusaha konveksi dan batik, yang kembali ke rumahnya untuk membuka usaha tersebut yang sebelumnya dibuka di tempat lain.

“Kita akan segera selesaikan banjir rob pada desa lain, seperti yang ada di Desa Jeruksari dan Kecamatan Tirto, tahun 2018 Kabupaten Pekalongan harus sudah bebas dari banjir rob,” tegasnya. (thd/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Berharap LNM Tetap Eksis

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Baru muncul sekitar dua bulan belakangan menjelang Ramadan, pasar malam yang dikemas lebih modern oleh sekelompok anak muda Batang dalam Limpung...

KAI Beri Bantuan Hukum Jurnalis Gratis

SEMARANG-Forum Wartawan Provinsi Jawa Tengah (FWPJT) menggandeng Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kongres Advokat Indonesia (KAI) Jawa Tengah, terkait pendampingan hukum cuma-cuma (gratis) bagi awak...

Pendaki Hilang Ditemukan di Jurang

SALATIGA – Pencarian besar–besaran dua pendaki yang hilang di Gunung Merbabu oleh puluhan relawan dari berbagai organisasi membuahkan hasil. Selasa (16/5) siang, kedua pendaki...

Tersangka Hamil Pelimpahan Berkas Ditunda

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kasus dugaan penggelapan mobil dan uang perusahaan PT Hyundai Mobil Indonesia Cabang Semarang, dengan tersangka Irma Ochtavia Pratiwi alias Vivi, yang...

Ingin Menjajal Dunia Akting

RIZKA Nur Laily, saat ini masih menimba ilmu di jurusan Manajemen Perusahaan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB)  Universitas Diponegoro (Undip). Di sela kuliah, gadis cantik...

Habib Sholeh, Layani Terapi Kay Khas Yaman yang Langka

Habib Sholeh Bin Ali Bin Yahya dikenal sebagai seorang tabib. Dia menggunakan metode pengobatan unik asal negeri Yaman. Namanya Terapi Kay. Kenapa unik? Karena...