33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Daerah Diminta Perhatikan UMKM

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Pertumbuhan​ usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang cukup besar harus menjadi perhatian serius Pemprov maupun pemerintah kabupaten/kota di Jateng. Banyaknya UMKM bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi jumlah kemiskinan dan pengangguran di Jateng.

Ketua DPRD Jateng, Rukma Setyabudi menegaskan, sudah saatnya sektor UMKM diperhatikan. Sektor tersebut mampu menguatkan perekonomian bangsa. Ia meminta kepada Pemprov untuk proaktif mendata sekaligus memberikan stimulan kepada pelaku UMKM supaya bisa berkembang. “Selama ini kendala UMKM banyak yang kesulitan modal. Ini harus menjadi perhatian pemerintah baik Jateng maupun daerah,” katanya.

Ia menambahkan, dengan adanya UMKM juga bisa meningkatkan daya saing daerah. Berbagai potensi yang ada bisa diperkenalkan dan dioptimalkan. Dan itu jelas sangat bisa membantu perekonomian masyarakat di daerah. “Kalau sektor ini digarap serius pasti bisa mengurangi kemiskinan dan pengangguran,” tambahnya.

Sejumlah daerah sudah cukup bagus perhatiannya terhadap keberadaan UMKM. Bupati Blora, Djoko Nugroho misalnya meyakinkan UMKM untuk sekarang ini tumbuh pesat di Blora. Pasalnya sektor tersebut mampu menopang perekonomian unggulan nomor dua setelah usaha ukir jati. “Kontribusinya sangat besar, makanya kami terus mendukung UMKM,” katanya.

Ia menambahkan, sekarang ini jumlah usaha mikro di Blora ada 5.964 unit. Jumlah itu bergerak di sektor kuliner, kelontong, usaha rumah tangga. “Termasuk kuliner juga tumbuh. Saya kerap mengimbau kepada masyarakat untuk turut bisa mengenalkan makanan khas Blora,” ujarnya. (fth/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Peduli Dhuafa dan Gelandangan, Rutin Bagikan Nasi Kotak

RADARSEMARANG.COM - Untuk peduli terhadap lingkungan, tak harus dinilai seberapa kaya dan seberapa mampunya seseorang. Tak perlu juga dinilai pengurus organisasi/lembaga resmi atau tidak....

Kritisi Tayangan Radio dan TV

TEMANGGUNG- Perkembangan media massa belakangan ini yang sangat cepat harus dibarengi dengan wawasan literasi media yang bagus. Apalagi dengan hadirnya internet membuat masyarakat bisa...

Raperda Copas ’Tampar’ Mundjirin, Jiplak Raperda Kota Magelang

UNGARAN - Ini sungguh memalukan. Satu dari 12 rancangan peraturan daerah (raperda) yang diajukan Pemkab Semarang dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Semarang, Senin (20/2)...

Tak Punya Basic Menari, Kreatif Padukan Ragam Tari

RADARSEMARANG.COM - Perkembangan teknologi tidak dapat dihindari. Di sisi lain, kebudayaan tradisional penting untuk dilestarikan. Hal tersebut mendorong siswa-siswi SMAN 14 Semarang mengombinasikan keduanya...

LIBAS Kandang Tandang

DUA kali berlaga, dua kali poin absolut diraih. Ya, PSIS mengawali kompetisi Liga 2/2017 dengan hasil positif. Setelah mempermalukan Persipur Purwodadi 2-1 dalam laga...

Cinta Tak Direstui, Nekat Gantung Diri

PEKALONGAN - Seorang pemuda, bernama Mafatihul Faza, 24, nekat mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara tragis. Dengan seikat tali plastik, ia gantung diri di dalam...