33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Baca Al Quran Sebelum Beraktivitas

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Kesibukan menjadi Rektor diakui cukup menguras waktu. Ia mengaku lebih sering menghabiskan waktu dengan karyawan daripada keluarga besarnya. Namun, itu tak lantas menjadi alasan untuk tidak berkumpul dengan keluarga.

“Malah lebih sering di kampus. Praktis waktu berkumpul dengan keluarga ya malam hari setelah pulang dan setiap akhir pekan. Jam 8 pagi sudah di kampus dan baru pulang menjelang maghrib. Jadi lebih sering bareng karyawan dan anak-anak disini,”candanya.

Anis memang dikenal sebagai pribadi yang welcome dengan siapa saja. Di lingkungan rektorat misalnya, ia selalu menyempatkan diri untuk mengajak dan memimpin membaca Al Quran bersama karyawan sebelum mengawali aktivitas kerja. “Setiap pagi kita selalu merutinkan ngaji bareng. Satu dua ayat tidak masalah. Dan itu sudah berjalan setahun terakhir ini,” katanya.

Anis menerangkan, meski di kalangan muslim membaca Al Quran adalah suatu keharusan namun ide itu justru berawal dari rasa kagumnya terhadap umat beragama lain. “Saya waktu kecil pernah terkena TBC, karena terserang penyakit itu kemudian saya dibawa ke salah satu rumah sakit non muslim. Saya amati dan amati ada sesuatu aktivitas yang patut dipraktikkan. Setiap hendak mulai kerja, mereka yang terdiri dari bidan, perawat, hingga cleaning service selalu berkumpul dan membaca kitab. Dari memori masa kecil itu saya bergumam kenapa kita tidak mau seperti itu?,” terangnya.

Ia percaya dengan selalu merutinkan membaca Al Quran maka semangat dan etos kerja akan selalu meningkat. Selain itu, kegiatan pagi sarat dengan nilai kebersamaan sehingga satu dengan lain akan lebih akrab. “Memberi semangat dalam bekerja. Yang jelas etos kerja semakin bagus dan itu sudah terbukti. Ada nilai kebersamaan disana. Kalau dulu setiap pagi tidak jelas apa yang harus dikerjakan, tapi sekarang sebaliknya,” tuturnya. (aaw/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

BPJS Kesehatan Gelar Pemeriksaan Papsmear

SEMARANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan KCU Kota Semarang menggelar pemeriksaan pap smear di 14 pabrik. Pemeriksaan ini menyasar para karyawati, bebas...

Gelar Pasar Murah untuk Driver Gojek

SEMARANG – BPJS Ketenagakerjaan Semarang Pemuda menyiapkan 750 paket sembako murah untuk driver Gojek Kota Semarang. Kegiatan pasar murah itu diadakan di Kantor BPJS...

716 Taruna Diwisudhajurit

MAGELANG - Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo mewisuda 716 prajurit - bhayangkara taruna, di Stadion Sapta Marga, kampus Akmil kemarin (2/11). Upacara wisuda itu secara tradisi...

33 Pengungsi Tunggu Kejelasan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Sudah mengungsi selama 24 hari, nasib warga terdampak tanah PTPN IX yang amblas di Dusun Bendo, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen belum juga jelas....

Semarang Potensial Fashion Bumil dan Bayi

SEMARANG – Pasar kelas premium khusus untuk kebutuhan ibu hamil, bayi dan anak coba disasar oleh Mothercare. Tahun lalu perusahaan asal Eropa ini masuk...

Warga Lega Terima Bantuan Nontunai

MAGELANG–Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyerahkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) tahap tiga. Bantuan diberikan kepada 1.978 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Magelang,...