31 C
Semarang
Sabtu, 5 Desember 2020

Urus STNK, 122 Orang Dirugikan

Menarik

Dorong UMKM Bangkit, BRI Kembali Gelar BRILIANPRENEUR 2020

RADARSEMARANG.COM - JAKARTA  – Bank BRI kembali menggelar pameran industri kreatif UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian HUT Bank BRI...

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

SLEMAN—Kasus dugaan penipuan dan penggelapan pengurusan jasa STNK, akhirnya ditangani Polresta Yogyakarta. Sebagai tindak lanjut, polisi telah menciduk Sdm, 35, alias Alex, warga Mlati, Sleman, DIY. Alex diduga melakukan penipuan bermodus sebagai biro jasa perpanjangan STNK.

Ia diduga menggunakan setoran dari pengguna jasanya untuk keperluan pribadi. Catatan koran ini, sebanyak 122 orang merasa dirugikan ulah Alex. Mereka  tidak mendapatkan STNK baru seperti dijanjikan oleh terlapor.

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Akbar Bantilan menyampaikan, penyelidikan kasus tersebut bermula saat pihaknya mendapat laporan dari warga. Tepatnya, sejumlah orang merasa dirugikan terhadap kinerja kantor biro jasa yang berlokasi di Jalan Tentara Pelajar tersebut. Hasil  penelusuran polisi, terungkap pemohon STNK yang tertipu biro jasa milik Alex, jumlahnya  mencapai ratusan orang.

Biro jasa Alex, dalam praktiknya melayani perpanjangan STNK. Mutasi, uji KIR, pengurusan SIM, hingga pergantian KTP lama menjadi KTP seumur hidup.

“Setiap korban yang menggunakan jasanya, uangnya dipakai untuk keperluan sendiri, tapi pengurusannya tidak dilakukan,” jelas Kompol Akbar Bantilan, Jumat (25/8) kemarin.

Berdasarkan pemeriksaan, Alex sudah menjalani jasa ini sejak 2007 lalu. Namun, baru dua tahun ini diduga bermasalah. Akbar menyambung, “Selain untuk biaya keperluan hidupnya sendiri, yang bersangkutan menggunakan uang yang diberikan pemohon untuk gali lubang tutup lubang.” (jpg/isk)

Berita sebelumyaPKB Jajaki Koalisi
Berita berikutnyaBaksos Awali Rangkaian Milad

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Dorong UMKM Bangkit, BRI Kembali Gelar BRILIANPRENEUR 2020

RADARSEMARANG.COM - JAKARTA  – Bank BRI kembali menggelar pameran industri kreatif UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR 2020. Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian HUT Bank BRI...

Semut Raksasa

RADARSEMARANG.COM-DUNIA tidak jadi geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa satu perusahaan mendapat suntikan dana sebanyak Rp 500 triliun (USD 35 miliar) secara tiba-tiba. Itulah dana yang akan...

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...