Beranda Jateng Batang Puluhan LC Dites Urine, Satu Terindikasi Benzo

Puluhan LC Dites Urine, Satu Terindikasi Benzo

Others

BATANG–Tiga tempat karaoke di Kabupaten Batang dan Kabupaten Pekalongan, menjadi sasaran razia dalam rangka Operasi Bersih Narkoba (Bersinar) yang dilaksanakan, tim gabungan, Kamis malam (24/8) hingga Jumat dinihari (25/8) kemarin. Tim gabungan tersebut terdiri atas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng, Pomdam IV Diponegoro dam Provos Polda Jateng. Puluhan Lady Companion (LC) di tiga tempat karaoke tersebut, tidak luput untuk diikutkan tes urine dan pupil mata.

Saat petugas BNN datang, seluruh penghuni karaoke, mulai dari pemandu, tamu yang sedang di ruangan, maupun pemilik tempat hiburan, dikumpulkan dalam satu ruangan untuk diperiksa. Para pengunjung sempat panik, ada yang mencoba kabur dan ada yang sembunyi. Sebagian besar LC yang berpakaian seksi, diharuskan memakai jaket atau penutup tubuh, saat diperiksa petugas.

Setelah diberikan pengertian agar bisa bekerja sama dengan baik, mereka kemudian diperintahkan melakukan serangkaian tes urine dan pupil mata satu persatu untuk memantau kemungkinan adanya pemakai narkoba. Sebanyak 80 orang diperiksa pupil mata, sementara 90 orang lainnya menjalani tes urine. Dari pemeriksaan, ada satu yang terindikasi terkandung zat jenis benzo.

Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Jateng, AKBP Suprinarto, mengatakan bahwa dalam razia tersebut pihaknya memeriksa pengunjung dan LC di 96 ruang karaoke dari 3 kafe yang didatangi. Dari semua yang diperiksa, hanya satu orang positif benzo.

“Kami tadi razia di tiga tempat karaoke, yakni karaoke Family Fun dan Pelangi di Kabupaten Batang dan Eksekutif Club di Kabupaten Pekalongan. Kami menemukan satu pengguna benzo,” kata Suprinarto.

Namun saat dilakukan asesmen, ternyata kandungan benzo tersebut, akibat obat yang dikonsumsinya secara rutin. “Yang bersangkutan juga bisa menunjukkan resep dokter,” Jumat dini hari (25/8) kemarin.

Ditambahkan Supri, saat ini peredaran narkoba di Jateng, khususnya Pantura sangat mengkhawatirkan. Sehingga BNN gencar melakukan razia dan penindakan terhadap pengguna dan pengedar juga bandar. “Di Pantura sendiri, peredaran narkoba semakin meningkat. Dibanding tahun 2016, peningkatannya cukup pesat. Sehingga kami terus akan melakukan razia,” ucapnya.

Menurut Supri, tahun ini hingga Agustus ini, sudah mengungkap 13 jaringan Narkoba besar di pantura. Dibanding tahun 2016 lalu, hanya 12 kasus. Diungkapkan pula, hampir 70 persen bandar narkoba yang diungkap, berada di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas). “Sehingga ini patut menjadi tolak ukur. Sabu masih menjadi narkoba yang paling banya diedarkan dan dikonsumsi di Pantura. Peredarannya juga semakin berkembang pesat setiap bulannya. Untuk itu, kami akan terus bertindak,” tandasnya. (han/ida)

Stay Connected

12,288FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here