33 C
Semarang
Minggu, 9 Agustus 2020

Pantau Hasil Popnas Untuk Kejurnas

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Jawa Tengah segera membentuk skuad untuk tampil ke Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Senior, yang akan berlangsung di Jakarta, November mendatang.

Hasil Kejurprov di Solo 5-6 Agustus lalu dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIV/2017 di Semarang 10-21 September menjadi referensi bagi pengurus TI Jateng serta tim pelatih untuk penentuan atlet yang akan tampil di Kejurnas Senior.

Kabid Binpres Pengprov TI Jateng Singgih Hendarto mengatakan, meski November tak lama lagi, namun pihaknya tidak mau terburu-buru menentukan nama-nama taekwondoin untuk kejurnas. “Saat ini kami masih konsentrasi dulu di Popnas. Setelah itu baru akan dibentuk skuad untuk Kejurnas Senior. Ajang Popnas, termasuk yang kami pantau, jadi meski pelajar tapi kalau kami anggap mampu bersaing di level kejurnas, terbuka kemungkinan kami pilih,” tegasnya.

Diungkapkan, saat ini sebenarnya pihaknya sudah mempunyai gambaran, siapa saja taekwondoin di tiap kelas baik kyorugie maupun poomsae yang layak tampil di Kejurnas. Namun, tim pelatih dari pengurus TI Jateng khususnya binpres dan litbang akan mencermati hasil Popnas, serta mengevaluasi Kejurprov yang lalu, agar mendapatkan taekwondoin terbaik di tiap kelasnya nanti.

Terkait dengan evaluasi Kejurprov lalu, untuk kategori senior, beberapa atlet pelatda bahkan atlet yang mewakili Jateng di PON 2016 lalu kalah. Menurut Singgih, prestasi atlet memang dinamis. Siapa yang lebih disiplin berlatih, maka akan mendapatkan hasil yang lebih baik. “Bisa jadi para atlet PON atau pelatda kurang intensif berlatih jelang Kejurprov lalu, meski mereka punya teknik yang lebih bagus,” paparnya.

Singgih juga mengapresiasi prestasi para atlet taekwondo Jateng yang semakin merata. Meski Kota Semarang dan Solo masih dominan, namun beberapa daerah mulai menunjukkan tajinya. Seperti Kendal yang menjadi runner up juara umum di kategori junior mengalahkan Solo. “Daerah lain seperti Banyumas dan Grobogan juga mulai menggeliat. Ini bagus untuk masa depan taekwondo Jateng di pentas nasional, termasuk di PON 2020 mendatang,” tandasnya.

Pada Kejurprov lalu, antusiasme peserta sangat baik. Sebanyak 600 atlet taekwondo junior dan senior tampil dalam event tahunan yang digelar di Sritex Arena, Solo. Atlet tersebut berasal dari 35 kabupaten/kota di wilayah Jateng.

Ketua Pengprov TI Jateng Tanu Kismanto mengatakan kejurprov taekwondo merupakan agenda tahunan yang digelar Pengprov TI Jateng dengan tujuan untuk melahirkan bibit muda taekwondo dan mengasah kemampuan atlet agar mampu membawa nama baik Jateng ditingkat nasional dan internasional. “Taekwondo Jateng selama ini cukup disegani di level nasional. Ke depan kami bertekad bisa mempertahankan tradisi perolehan mendali emas dalam setiap PON. Kejurprov ini bisa dimanfaatkan pelatih untuk menambah jam terbang atlet khususnya yang junior,” kata dia. (bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Demo Laser

"Apa yang akan terjadi berikutnya? Tidak tahu. Kita hanya bisa menunggu". Itulah pendapat umum di Hongkong sekarang. Setelah demo tidak juga berhenti. Pun setelah...

UPPKB Subah Terbanyak Lakukan Tilang

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB), Subah, Kabupaten Batang Jawa Tengah melakukan tindakan tilang tertinggi di Indonesia. Perlu diketahui di seluruh Indonesia...

PKL Taman KB Tolak Direlokasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Menteri Supeno atau lebih dikenal dengan Taman KB Semarang menuntut kejelasan nasib kepada Pemerintah Kota...

Foto di Jembatan Gantung, Unggah ke Medsos

WONOSOBO—Ada objek wisata baru di Desa Slukatan Kecamatan Mojotengah. Akhir-akhir ini, puluhan wisatawan lokal tiap hari datang ke Desa Slukatan untuk bisa berfoto di...

Sediakan Rp 144 Miliar Untuk Bangun 24 Pasar 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Provinsi Jawa Tengah targetkan membangun 24 pasar di tahun 2018. Pasar ini dibangun dengan alokasi dana dari Kementrian Perdagangan sejumlah Rp...

Pameran Foto “Astonishing Indonesia 2”

RADARSEMARANG.COM - PAMERAN Foto “Astonishing Indonesia 2” digelar 13-19 April di Mal Paragon Semarang. Pameran foto terbesar di Kota Semarang ini juga akan diisi...