33 C
Semarang
Selasa, 14 Juli 2020

PAN-Muhammadiyah Satu Suara

Pada Pilkada di Kab. Magelang

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

MUNGKID— DPD PAN Kabupaten Magelang dan Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah setempat menggelar pertemuan jelang Pilkada Juni 2018. Hasilnya, baik PAN dan Muhammadiyah menyatakan satu suara dalam Pilkada.

Pertemuan digelar di kantor PD Muhammadiyah Palbapang, Kecamatan Mungkid. Hadir dalam pertemuan itu, Ketua MPP DPD PAN Mashari, Ketua Desk Pilkada Ulhadi beserta pengurus DPD Kabupaten Magelang. Juga Ketua PD Muhammadiyah H Jumari, Sekretaris Asiruddin, Wakil Ketua Abdul Malik, dan pengurus lainnya.

Ketua MPP DPD PAN Mashari mengatakan, pertemuan tersebut sebagai langkah konsolidasi jelang Pilkada 2018. PAN dan PD Muhammadiyah ingin menyamakan presepsi dalam mengambil sikap politik.

“PAN ini lahir dari rahim Muhammadiyah. Kita ke sini silaturahmi, meminta masukan, arahan, dan petunjuk dalam proses politik pada 2018 mendatang.”

Dalam pertemuan itu, lanjut Mashari, PD Muhammdiyah banyak memberikan masukan. Termasuk, dalam memilih kriteria pemimpin untuk Kabupaten Magelang. “Hasilnya, kita sepakat bahwa PAN dan Muhammadiyah satu suara dalam Pilkada nanti. Keputusan PAN akan bergantung dari arahan dan masukan PD Muhammdiyah,” ucap pria yang juga Wakil Ketua DPW PAN Jateng itu.

Masih menurut Mashari, bersatunya PAN dan Muhammdiyah, akan menjadi kekuatan besar yang solid. “Struktur kita jelas dari cabang sampai ranting dan jika bersatu ini jadi kekuatan.”

Ketua PD Muhammadiyah Drs H Jumari mengatakan, pihaknya secara politik tidak akan bersikap. Namun, Jumari menegaskan, Muhammadiyah akan mendorong agar Kabupaten Magelang memiliki pemimpin yang ngayomi. Juga tidak diskriminatif.

“Secara kelembagaan, Muhammadiyah tidak bisa menentukan siapa calonnya. Kita sama dengan Nahdlatul Ulama (NU). KH Hasyim Muzadi pernah mengatakan, Muhammadiyah dan NU itu ibarat sandal, maka jika salah satu saja tidak dipakai, akan njomplang. Begitu juga di Magelang.” (vie/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rawan Disusupi ’Penumpang Gelap’

SEMARANG - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online yang diterapkan di 351 SMA dan 231 SMK negeri di Jateng dinilai rawan diretas hacker untuk...

Hari Ibu, Tiga Polwan Atraksi Motor Gede

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Tiga Polisi Wanita (Polwan) mencuri perhatian semua orang di halaman Balai Kota Semarang, Jumat pagi (22/12). Para anggota polwan itu beradu...

Luncurkan Beras Premium Sachet

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) terus mempromosikan beras premium kemasan 200 gram. Rencananya beras yang dikemas dalam bentuk sachet atau renteng...

Pementasan Gabungan Kali Pertama setelah 1930

Tak banyak generasi muda sekarang yang mempelajari Tari Gambang Semarang. Karena itu, perlu upaya keras untuk terus mempertahankan keberadaan kesenian tradisional hasil akulturasi kebudayaan...

Dua Santri Duel di Ponpes Modern Selamat Kendal, Seorang Tewas

KENDAL - Dunia pendidikan dan pesantren di Kendal tercoreng. Dua santri yang berstatus pelajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Selamat terlibat perkelahian hingga salah...

Sudah 275 Kecamatan Kekeringan

SEMARANG - Kekeringan telah meluas hingga 275 kecamatan di 30 kabupaten/kota di Jateng. Pemprov Jateng pun telah menyiapkan 2.000 tangki air bersih untuk menyuplai...