33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

Mediasi Ahli Waris Kadilangu Berjalan Alot

Sudah 5 Tahun, Konflik Kedua Kubu Berlanjut

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

DEMAK-Proses mediasi ahli waris Sunan Kalijaga Kadilangu antara kubu lembaga adat Kadilangu (LAK) dengan pihak kubu Kasepuhan yang dilakukan Polres Demak kemarin berlangsung alot. Kedua kubu masih belum bisa akur. Akibatnya, penjamasan pusaka Sunan Kalijaga saat puncak Grebeg Besar pada 10 Dzulhijjah mendatang, tetap akan dilakukan dua kali.

Meski demikian, hingga Jumat (25/8) kemarin, persoalan pembatasan waktu penjamasan antara kubu satu dengan kubu lainnya masih belum ada titik temu. Apalagi, saat puncak acara itu, bertepatan dengan hari Jumat (1/9).

Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan menyampaikan bahwa kedua kubu dikumpulkan agar ada solusi terkait prosesi penjamasan ini. “Ini masalah sudah lama, tapi belum ada titik temu. Namun, kita kedepankan kepentingan umum untuk menjaga situasi tetap kondusif,” katanya.

Menurutnya, bila nantinya masih ada langkah yang tidak sesuai aturan, akan tetap dilakukan tindakan tegas. Waktu penjamasan yang sangat pendek diperlukan pengaturan sehingga tidak menimbulkan kerawanan.

Dandim 0716 Demak, Letkol Inf Agung Udayana menambahkan, pihaknya prihatin karena selama 5 tahun terakhir ini konflik kedua kubu belum juga berakhir. Pemkab Demak juga belum bisa menyelesaikan masalah tersebut. “Munculnya perpecahan ini, mestinya dicari mengapa itu bisa terjadi. Akar masalahnya dimana harus dicari,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata, Rudi Santoso mengatakan bahwa Pemkab sudah berkali-kali mengusahakan perdamaian dua kubu, namun tidak ada titik temu. “Jadi, Pemkab tidak berpihak ke kelompok manapun. Bila tidak bersatu, maka penjamasan dilakukan dua kelompok seperti tahun lalu,” ujarnya.

R Krisnaidi dari kubu LAK mengatakan, penjamasan tidak bisa dipastikan kapan selesainya. Sebab, banyak kendala yang dihadapi terkait penutupan kotak pusaka. “Kami minta semua yang berkompeten, bisa menyaksikan sebelum pra penjamasan, siapa yang bisa membuka kotak pusaka,” kata dia.

Menurutnya, kasepuhan tidak pernah mengikuti acara seperti buka makam. R Sujono dari kubu Kasepuhan menjawab, tidak perlu ada perdebatan. “Kami siap menerima untuk penjamasan gelombang kedua,” ujarnya. (hib/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...