33 C
Semarang
Sabtu, 30 Mei 2020

Langsung Tancap Gas Sejak Laga Perdana

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

MAGELANG – Pemain unggulan tampil trengginas dan menang mudah pada hari pertama Djarum Foundation Bulutangkis Multi Cabang Kabupaten / Kota Se-Eks Karesidenan Kedu VI 2017, Jumat (25/8) kemarin. Surya Maulana asal klub PB Jaya Agung Magelang dan Rio Putra asal PB Surya Tidar Magelang, mampu menang telak atas lawannya.

Di laga perdananya, Surya menghadapi atlet dari klub PB Ihsanul Fikri, Danendra Dzaky. Karena diunggulkan, Surya bermain sangat enjoy dan cukup mudah menaklukkan pemain dari klub debutan asal Kota Magelang itu. Surya pun menang telak dengan skor akhir 21-8, 21-7. Begitu pula Rio Putra asal PB Surya Tidar Magelang, yang menjadi unggulan tiga. Rio menang mudah atas lawannya dari klub SYP Purworejo, Yeni Haidar, dengan skor 21-10 dan 21-5.

Sementara, jadwal pertandingan Jumat kemarin menggelar babak pertama kelompok usia pradini, lalu dilanjutkan usia dini, anak-anak, pemula, dan remaja. Laga dimulai pukul 08.00 WIB hingga petang, dan setelah rehat sejenak dilanjutkan kembali sampai malam. Pada hari pertama, tapi tidak sedikit yang sudah bermain di hari pertama. Seperti Surya Maulana asal klub PB Jaya Agung Magelang yang menjadi unggulan pertama di kelas tunggal usia dini putra. Adapun atlet unggulan akan lebih banyak bertanding di hari kedua, Sabtu (26/8) hari ini.

“Banyak atlet yang baru ikut kejuaraan ini. Mereka yang tidak diunggulkan dimainkan di awal, sedangkan atlet unggulan banyak di hari kedua,” ujar Ketua Pengkot PBSI Kota Magelang, Kukuh Santosa yang mengamati jalannya pertandingan di pinggir lapangan.

Kukuh Santoso menyebutkan, dalam kejuaraan ini diikuti total sebanyak 350 atlet. Ada peningkatan cukup signifikan menjelang penutupan pendaftaran. Banyaknya atlet ini dinilainya positif, karena menunjukkan semangat berkompetisi pemain junior cukup tinggi.

“Tidak sedikit dari pemain yang ikut ini baru pertama berkompetisi. Bahkan, ada pula yang belum terlalu mengerti aturan mainnya. Tapi, hal itu tidak menjadi masalah. Justru, kami senang karena semangat mereka cukup besar dan ke depan bisa kita bina lebih mendalam lagi,” katanya.

Menurut Kukuh Santoso, pertandingan atlet putri dilaksanakan sore dan juga kebanyakan dilaksanakan di hari kedua. Meskipun jumlah pemain putri sedikit, namun kuota peserta baik kelas usia pradini, usia dini, anak-anak, pemula, dan remaja, terpenuhi jumlahnya. “Saat ini, atlet putri bulutangkis sangat jarang. Lebih banyak adalah atlet putra. Melalui event inilah diharapkan tumbuh minat dari atlet putri,” bebernya. (cr3/fiq/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Jadikan Kandri Wisata Digital

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang terus menggali potensi wisata yang ada di Kota Lumpia ini. Setelah menggarap Kampung Pelangi, kini Wali Kota Hendrar Prihadi,...

76 PNS Naik Pangkat

SALATIGA - Sebanyak 76 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Salatiga naik pangkat. Surat Keputusan Kenaikan Pangkat tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil...

Motot Antik Kota Lama

Sejumlah pengendara motor antik dan skuter dari seluruh Indonesia berkeliling kawasan Kota Lama Semarang, Minggu (17/9). Mereka berkumpul dalam acara MOD VS Rockers Semarang,...

Tol Digunakan Pemudik, Warga Klunjukan Demo

KAJEN-Diresmikannya akses jalan tol Pemalang-Batang untuk jalur para pemudik Lebaran 2017, Kamis (15/6) kemarin, menuai keberatan bagi warga sekitar. membongkar akses jalan di Dukuh...

Dini S Purwono: Ingin Bermanfaat Untuk Orang Banyak

SEMARANG-Menjadi praktisi hukum sejak 20 tahun lalu, tepatnya pada 1997, membuat Dini Shanti Purwono SH, LLM sudah kenyang pengalaman menangani persoalan hukum di Indonesia. ...

Ikuti Perkembangan, Selalu Ada Peluang

RADARSEMARANG.COM - CERMAT melihat peluang, membuat Sanandya Silmi Pandanwangi, sukses dalam bisnis kreasi buket bunga dan buket snack. Inspirasi kali pertama muncul, saat menyadari bahwa kedua...