33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Bengkel dan Rumah Nyaris Rata

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SRAGEN – Berusaha menghindari tabrakan dengan sepeda motor, minibus yang mengangkut karyawan pabrik garmen malah menabrak tempat usaha bengkel dan rumah warga di Jalan Solo-Purwodadi Km 23, Desa/Dukuh Purworejo, Kecamatan Gemolong, Jumat (25/8).

Pemilik rumah sekaligus usaha bengkel Heri Kiswanto mengalami luka-luka akibat kejadian tersebut. Bangunan yang didominasi material kayu tersebut nyaris rata dengan tanah.

Sebelum menabrak rumah Heri, minibus nomor polisi AD 1057 PF yang disopiri Giyatman, 43, warga Dukuh Ngeroto, Desa Sumberejo, Kecamatan Mondokan tersebut melaju dari arah utara. Mendadak, dari arah berlawanan, melaju sepeda motor Honda Grand nomor polisi AD 4503 BN yang dikemudikan Suroto, 66, warga Dukuh Purworejo RT 3B, Desa Purworejo.

Guna menghindari kecelakaan, sopir minibus banting stir tapi malah kehilangan kendali dan nyelonong ke arah rumah Heri. Benturan keras menyebabkan sebagian rumah dan bengkel hancur.

Istri Kepala Desa Purworejo Ny Dipo mengatakan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 06.00. “Masih pagi. Bus mengangkut karyawan,” ujarnya.

Menurut Ny Dipo, minibus tersebut merupakan kendaraan jemputan karyawan pabrik garmen PT Dewi Sri di kawasan Kalioso, Karanganyar. Pemilik rumah, lanjutnya, mengalami luka ringan di bagian kepala. ”Sudah dibawa ke rumah sakit. Kalau karyawan yang luka sepertinya tidak ada. Tadi langsung disusul bus jemputan lainnya,” kata Ny Dipo.

Kanit Laka Satlantas Polres Sragen Iptu Sudarmaji mengatakan, pada bodi minibus tertulis bus pariwisata. Tapi setiap hari digunakan menjemput karyawan pabrik. ”Bus kecil, tidak ada korban jiwa,” jelasnya mewakili Kasat Lantas AKP Dwi Erna Rustanti.

Soal kerugian materi, Sudarmaji memperkirakan sekitar Rp 40 juta. Sedangkan bangkai bus langsung dievakuasi dari lokasi kejadian. (din/wa/jpg/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

UM Magelang Raih Hibah Penelitian Dikti Rp2,8 M

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Sebanyak 32 proposal dosen UM Magelang yang lolos dalam Hibah Dana Peneltian dan Pengabdian Kemenristek Dikti Tahun 2018 berhasil mendapatkan dana...

Beri Sinyal Rotasi

SEMARANG – Head coach PSIS, Subangkit memberikan sinyal akan melakukan rotasi pada laga terakhir mereka di babak penyisihan Grup 4 yaitu versus Persiba Bantul...

Penuhi Biaya Transportasi dan Ngurus Berkas Harus Ngutang

RADARSEMARANG.COM - Meski hanya anak buruh tani, Bripda Rumaniyah, 19, tak menyerah pada nasib. Anak pasangan suami istri (Pasutri), Kliwon dan Kismiyah warga Tangkil...

Himpaudi Tuntut Kesetaraan Status

KENDAL—Para Guru PAUD usia kelompok bermain (KB) dan  Taman Pendidikan Anak (TPA) yang tergabung dalam Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini (Himpaudi) Kendal menuntut...

Lima Pemain Sahabat Seleksi Timnas SEA Games

SEMARANG – Lima pemain tim basket Sahabat Semarang bakal mencoba peruntungan untuk memperebutkan tempat di timnas putri Indonesia yang diproyeksikan bertarung di ajang SEA...

Bekali Santri dengan Keterampilan Mekanik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sebanyak 24 santri dari 15 pondok pesantren (ponpes) yang ada di Jateng mengikuti program pelatihan, pendampingan dan magang calon mekanik sepeda...