33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Sopir Angkot Undip Demo Gojek dan Grab

Pendapatan Turun Drastis

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANG – Belasan sopir angkutan kota (angkot) dengan rute Ngesrep-Undip-Tembalang Semarang memprotes tindakan para pengemudi ojek online yang kerap mangkal di kawasan kampus Undip. Mereka tidak terima lantaran trayeknya diserobot oleh pengojek online, hingga pendapatannya turun drastis. Para sopir angkot menggelar aksi unjuk rasa di gerbang kampus Undip Tembalang. Mereka memarkirkan armadanya di tepi jalan masuk Undip, kemudian membawa spanduk bertuliskan protes terhadap operasional Gojek dan Grab.

“Kami tidak terima kalau mereka (pengojek online) terus-menerus menyerobot penumpang di dalam kampus Undip. Akibat ulah mereka, pendapatan kami jadi berkurang banyak,” keluh Bintoro, sopir angkot jurusan Ngesrep-Undip-Tembalang.

Ia mengaku, sudah berulang kali melayangkan peringatan keras kepada para pengojek online. Menurutnya, para pengojek online kerap melanggar kesepakatan antara kedua belah pihak. Dikatakan, pengojek online kerap ngetem sembarangan di sejumlah fakultas yang ada di Undip. Selain mengurangi pendapatannya, hal tersebut juga membuat banyak mahasiswa beralih naik ojek online.

“Banyak driver Gojek dan Grab yang sembarangan menaikkan penumpang. Padahal kita sudah sepakat untuk tidak masuk kampus. Tetapi mereka seenaknya nyelonong masuk fakultas dan ngetem di sana. Jelas itu membuat kami kehilangan penumpang,” katanya.

Bintoro mengaku, saat ini mengalami penurunan pendapatan hingga mencapai 70 persen. Setiap hari ia yang bermodalkan bensin Rp 50 ribu, hanya mendapat penghasilan di bawah Rp 100 ribu.

Menanggapi kisruh tersebut, Kepala Humas Undip Nuswantoro angkat bicara. Ia mengakui belum adanya aturan baku soal operasional angkutan umum di kawasan kampus memang menimbulkan polemik tersendiri. Karena itu, ia bakal menyiapkan kajian lengkap untuk mengatur operasional angkutan umum di wilayah kampus. Aturan tersebut disiapkan untuk menindak pengojek online yang mangkal sembarangan di setiap fakultas.

“Akan kita kaji soal dampak kemacetan lalu lintas yang ditimbulkan dengan adanya Gojek  dan Grab yang ngetem di sini. Yang pasti, kita sudah pernah mengeluarkan surat edaran untuk mengimbau Gojek dan Grab supaya tidak ngetem di dalam kampus,” bebernya.

Ia meminta kepada semua pengemudi ojek online agar menaati imbauan tersebut. Ia tak ingin keberadaan ojek online justru menimbulkan kemacetan, sehingga mengganggu ketertiban di lingkungan kampus Undip.

“Sebaiknya tidak sembarangan parkir di Undip. Karena kan jumlah kendaraan mahasiswa dan dosen sangat banyak. Pasti juga menimbulkan dampak pada lalu lintas,” tandasnya. (tsa/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pimpin Perdoski, Ingin Berbenah dari Internal

Puguh yang kini menjadi Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Kota Semarang ini menyatakan bahwa sebetulnya spesialis kecantikan itu tidak ada....

Semua Sekolah Punya Kesempatan Jadi Favorit

RADARSEMARANG.COM - SISTEM zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2018/2019 di Kota Semarang sudah bisa diakses masyarakat di laman ppd.semarangkota.go.id. Seluruh...

Cooperative Learning Meningkatkan Prestasi Siswa

RADARSEMARANG.COM - MENINGAKTNYA prestasi siswa merupakan salah satu tujuan dari pembelajaran.Untuk itu, setiap guru atau pendidik harus berupaya semaksimal mungkin untuk dapat menggunakan metode...

Hoax Sapi Jumbo Milik Presiden Jokowi Batal Dikurbankan

JawaPos.com – Proses penyembelihan sapi milik Presiden Jokowi di Solo menjadi perbincangan. Butuh usaha ekstra lantaran sapinya sangat besar dan tingkahnya agresif. Kondisi itu...

Pertarungan di Ring untuk Prestasi

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Kabupaten Batang yang memiliki banyak talenta di olahraga bela diri contact body seperti tinju dan muay thai. Kini, Persatuan Tinju Amatir...

Wabup Berikan Bantuan Operasional

KAJEN–Puluhan tenaga pendidik Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di Kabupaten Pekalongan, menerima bantuan operasional dari Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan, Ir Hj Arini Harimurti, sebesar Rp...