33 C
Semarang
Sabtu, 30 Mei 2020

Semua Klub Tuan Rumah Ikut Ambil Bagian

DJARUM FOUNDATION KEJUARAAN BULUTANGKIS MULTI CABANG KABUPATEN / KOTA SE-EKS KARS KEDU VI 2017

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

MAGELANG – Tak kurang dari 250 atlet dari 20 klub Perkumpulan Bulutangkis (PB) di wilayah Kedu bakal tampil dalam ajang Djarum Foundation Bulutangkis Multi Cabang Kabupaten / Kota Se-Eks Karesidenan Kedu VI 2017. Kejuaraan yang berlangsung di GOR Djarum Magelang ini akan dimulai hari ini, Jumat (25/8) pukul 08.00 WIB, dan dijadwalkan selesai pada Minggu (27/8) mendatang.

Sebanyak 250 lebih pebulutangkis yang turun merupakan pemain binaan klub bulutangkis dari berbagai daerah. Meliputi Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Purworejo, dan Kabupaten Kebumen.

“Kota Magelang sendiri akan menyertakan semua klub bulutangkis yang ada untuk mengikutkan pemainnya bertanding. Selain bentuk partisipasi aktif sebagai tuan rumah, juga sarana pembinaan. Hal ini selalu kami ingatkan. Jangan cuma latihan saja tapi juga harus sering-sering ikut kejuaraan. Apalagi, tempat kejuaraannya kan dekat, jadi tidak repot,” papar Koordinator Wilayah (Korwil) Pengprov PBSI Jateng, Kukuh Santoso, di sela pemantauan persiapan kejuaraan di GOR Djarum Magelang, kemarin.

Klub – klub bulutangkis Kota Magelang yang tampil, antara lain Perkumpulan Bulutangkis (PB) Surya Tidar, PB Jaya Agung, PB Singa Yehuda, PB Ihsanul Fikri (IT) dan PB Palapa. Dari Kabupaten Magelang ada PB Bhineka, PB Perkasa, PB Harapan Jaya. Sedangkan klub dari kota / kabupaten lainnya, ada PB Tunas Pamor, PB Garuda, PB BST, PB Garuda Jaya, PB Mutiara, PB Bina Satria Tangkas, PB SYP, PB Garuda Jaya, PB Bina Pratama, PB Sagita.

Menurut Kukuh Santoso, pada kejuaraan Djarum Foundation Bulutangkis Multi Cabang Kabupaten / Kota Se-Eks Karesidenan Kedu VI 2017, panitia sengaja tidak menggelar pertandingan kelompok dewasa putra. Baik laga tunggal tunggal maupun ganda. Pasalnya, hingga batas waktu pendaftaran peserta, kuota peserta tidak terpenuhi.

“Tahun ini kami tidak mengadakan kelas tunggal/ganda taruna dewasa putra karena kekurangan atlet. Namun begitu, tentu tidak mengurangi keseruan turnamen ini. Karena ajang tingkah karesidenan, gengsinya lebih dibandingkan kejuaraan di daerah masing-masing. Para atlet sudah tidak sabar tampil bertanding,” ungkapnya.

Kota Magelang sebagai tuan rumah, lanjut Kukuh, memiliki kans untuk mengungguli hasil kejuaraan. Hal ini, salah satunya dengan menilik pencapaian pada kejuaraan multicabang tahun lalu yang mampu tampil mendominasi. (fiq/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Tingkatkan Ekonomi Genjot Wisata

SEMARANG- Tingkat pertumbuhan ekonomi Kota Semarang dalam kurun waktu lima tahun terakhir sangat mendominasi. Mencapai 5,7 persen per tahun. Angka tersebut  lebih baik dari...

Kapolsek Terancam Dicopot 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kepolisian Polrestabes Semarang terus berkomitmen tegas dalam pemberantasan minuman keras (miras) oplosan. Bahkan, Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji akan...

Pedagang Mulai Tempati Pasar Darurat

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pedagang Pasar Induk Kedungwuni (PIK) mulai membongkar kios lamanya dan segera menempati pasar darurat. Setelah 1.900 pedagang menyelesaikan undian pengambilan lapak...

Tinggal 4 Warga yang Produksi Batik

KOTA Semarang memiliki kampung pusat home industry batik, yakni Kampung Batik Gendong, Kelurahan Rejomulyo, Semarang Timur.  Kampung Batik ini berada disamping Bundaran Bubakan atau...

Eksepsi Ketua RT 2 Karangayu Ditolak

SEMARANG - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang menolak eksepsi (keberatan) yang diajukan Ong Budiono selaku Ketua RT 2 RW 2 Kelurahan Karangayu, Kecamatan...

Pendaftar PPL Minim, Rekrutmen Diperpanjang

“Sebenarnya animo masyarakat sangat tinggi namun mereka juga terkendala umur. Banyak peminat masih berusia di bawah 25 tahun, padahal syarat usia minimal adalah 25...