33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

OPSI Klampok Kandidat Juara Lomba Peduli Sungai

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

UNGARAN–Organisasi Pelestari Sungai (OPSI) Klampok Kelurahan Ngempon Kecamatan Bergas menjadi salah satu kandidat juara lomba komunitas peduli sungai tingkat nasional tahun 2017 yang dihelat Kementerian PUPR. Komunitas dinilai berhasil menjaga kelestarian ekosistem dan menjaga lingkungan sungai dari kerusakan akibat limbah pabrik.

“Ini salah satu komunitas yang kami nilai cukup aktif menjaga kelestarian ekosistem dan lingkungan sungai,” ujar Slamet Budi Santosa, salah seorang juri lomba dari Kementerian PUPR yang ditemui di sela-sela penilaian lapangan, Kamis (24/8) kemarin.

Adapun dasar penilaian tersebut yaitu kerja sama antar stake holders yaitu warga dan kurang lebih 20 pabrik skala besar yang berada di sekitar sungai baik dan teratur. Dikatakan Slamet, dari usulan setiap provinsi ada 19 komunitas peduli sungai kategori kelas I se-Indonesia yang mengikuti lomba kali ini.

OPSI Ngempon terpilih menjadi tiga terbaik bersama dengan komunitas sejenis di Pasuruan dan Jogjakarta. “Pola kerja sama antara warga, swasta terutama perusahaan yang memiliki pabrik produksi di sekitar sungai dan fasilitasi dari Pemerintah menjadi poin penilaian utama,” ujarnya.

Ia berharap, melalui lomba tersebut akan dapat tercipta sinergi kepentingan antara pihak yang terdampak dan pihak yang mendapat manfaat dari keberadaan sungai. Sementara itu, Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha yang juga hadir pada kesempatan itu mengimbau para pengusaha yang memiliki pabrik di sekitar sungai untuk ikut aktif membantu usaha perawatan sungai.

Tujuannya agar sungai dapat memberikan manfaat bagi warga sekitar dan menjalankan fungsinya sebagai salah satu pengendali banjir. Perusahaan juga mendapat manfaat dari keberadaan sungai untuk membuang limbah cair yang telah diolah sehingga tidak mencemarinya. “Alokasikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk bantu warga sekitar memelihara kebersihan sungai,” ujar Ngesti.

Sementara itu, petugas Humas OPSI Klampok, Moh Amin menjelaskan bahwa komunitas ini telah berupaya menjaga kelestarian Sungai Klampok sejak sepuluh tahun lalu. Panjang Sungai Klampok yang diupayakan kelestariannya itu mencapai 18 persen dari total panjang daerah aliran sungai (DAS) Jragung.

“Ada sekitar 22 pabrik besar yang berada di sepanjang jalur Sungai Klampok yang terbentang di tiga kecamatan yakni Bergas, Bawen, Pringapus. Kami terus menjalin kerjasama agar sungai ini tidak tercemar dan tetap lestari,” katanya.

Diakui Amin, terbentuknya OPSI Klampok justru berawal dari adanya perselisihan antara warga dan pabrik-pabrik terkait pembuangan limbah dan sampah di sungai Klampok. Namun seiring dengan proses mediasi oleh instansi pemerintah, akhirnya warga dan pengusaha bersatu padu menjalankan program pelestarian sungai.

“Kami melakukan kegiatan bersih sungai secara rutin, penebaran bibit ikan dan penanaman pohon di sekitar sungai. Pengawasan secara bersama juga dilakukan terhadap limbah masyarakat maupun pabrik yang dibuang ke sungai,” ujarnya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Jateng Bantu Rohingya Rp 256 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pemprov Jateng menyerahkan bantuan yang dihimpun dari masyarakat dan berbagai lembaga di Jateng, untuk masyarakat Rohingya Myanmar. Yakni, berupa uang tunai sebesar Rp...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...