33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Kejari Siap Mengawal DD dan ADD 

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

KENDAL—Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendal mengingatkan agar desa berhati-hati dalam menggunakan anggaran desa, baik dari Anggaran Dana Desa (ADD), Dana Desa (DD) maupun dana hibah lainnya. Dengan harapan tidak ada masalah di kemudian hari.

Demikian dikatakan Plh Kejari Kendal, Erich Folanda di sela Sosialisasi DD dan Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) di Pendopo Agung Kendal, Kamis (25/8). Menurutnya TP4 ini nantinya menjadi tempat bagi kepala desa untuk melakukan konsultasi.

“Kami dari Kejari Kendal siap membantu desa-desa bila dibutuhkan. Sebab inti dari TP4 ini adalah untuk mencegah terjadinya penyimpangan anggaran. Baik yang disengaja maupun karena ketidaktahuan kepala desa akan penggunaan DD,” tandasnya.

Ia meminta agar kepala desa sebelum mengambil keputusan harus bisa melihat alasan tepat yang dapat dipertanggungjawabkan. Baik secara administratif keuangan negara maupun secara hukum. Sehingga ketika ada pemeriksaan tidak bermasalah nantinya.

Sejauh ini, Kejari Kendal telah menerima satu laporan adanya dugaan penyelewengana dana desa. Yakni Desa Desa Sumbersari, Kecamatan Ngampel. “Yang diduga ada penyimpangan terakit DD baru satu pelaporan yang masuk ke  Kejari. Kami harapkan desa lainnya tidak terulang hal sama,” katanya.

Sementara, Kepala Dinas  Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Subaidi banyak kendala teknis ditemui di lapangan dalam menjalankan DD. Seperti banyaknya kepala desa yang belum tahu volume pekerjaan. Seperti pekerjaan pembangunan jalan. Tidak hanya diukur lebar dan panjang jalan. Tapi harus juga ketebalan jalan yang dibangun. “Nah ini banyak kepala desa yang tidak paham. Sehingga ketika diperiksa banyak yang bermasalah. Makanya kami himbau kepala desa untuk memahami mekanisme pengerjaan fisik,” tuturnya.

Sementara itu, Kejaksaan Kabupaten Ungaran siap untuk diajak konsultasi oleh Kades terkait penggunaan Dana Desa (DD). Hal itu disampaikan oleh Wakil Kepala Kejati (Wakajati) Jawa Tengah, Priyanto saat Sosialisasi Dana Desa dan TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah) di Gedung Monumen PKK Ungaran, Kamis (24/8).

Di depan ratusan Kades, Priyanto meminta supaya DD digunakan untuk pembangunan desa. “Dana desa jangan dipakai untuk aneh-aneh. Kalau aneh-aneh kita sikat, kita kenakan tipikor. Sudah ada aturannya,” ujarnya.

“Saya harap dana desa tidak untuk yang lain. Kalau daerah lain ada yang untuk kawin lagi, judi dan mabuk-mabukan, semoga di sini tidak seperti itu,” katanya. Keberadaan TP4D, lanjutnya, juga bukan untuk menghambat penggunaan DD. (bud/ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Anak Tito Jadi Korban Hoax

JawaPos.com – Jagat media sosial sedang ramai membahas video perempuan muda dengan gaya hidup glamor. Turun dari pesawat pribadi, memamerkan tempat tinggal serta koleksi...

Lilik Setiawan Terpilih dalam Seleksi Perangkat Desa

BATANG - Untuk mengisi formatur Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan yang kosong, Panitia Penjaringan Perangkat Desa Sumurbanger, Kecamatan Tersono, Kabupaten Batang, menggelar ujian untuk mendapatkan...

BTN Bantu Pavingisasi Rp 395 Juta

SEMARANG -  Dinas Perdagangan Kota Semarang menerima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR), yakni dari Bank Tabungan Negara (BTN) senilai Rp 395 juta. Dana tersebut...

Perizinan Zonasi Pesisir Belum Jelas

SEMARANG - Pemerintah daerah diminta tidak memberikan izin usaha serta perizinan lain terhadap kegiatan pendirian bangunan untuk bisnis yang ada di pesisir pantai. Sebab...

Pesonna Hotel Perluas Pasar

RADARSEMARANG.COM - JAJARAN manajemen Pesonna Hotel Tugu –Yogyakarta yang dipimpim Director of Sales & Marketing, Paula Manik dan Public Relations Manager, Shela Novitasari berofoto...

Waspadai, Target Pelaku Culik Perempuan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Dua pelaku kejahatan lintas provinsi, diringkus aparat Polrestabes Semarang. Pelaku sangat meresahkan, lantaran aksi penculikan menyasar perempuan, kemudian diseret ke dalam mobil untuk...