33 C
Semarang
Minggu, 27 September 2020

Ciptakan Robot Tari, Dikendalikan Lewat Bluetooth

Lebih Dekat dengan Komunitas Robotika Universitas PGRI Semarang

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

Lima belas mahasiswa Fakultas Teknik Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) membentuk Komunitas Robotika untuk mengembangkan inovasi teknologi masa kini. Komunitas ini terbentuk atas inisiatif mahasiswa yang ingin memperdalam bidang robot. Seperti apa?

 Ayuk Fitriana Puji Lestari

KOMUNITAS Robotika UPGRIS hampir 2 tahun dibentuk. Tepatnya, Desember 2015 lalu. Komunitas ini beranggotakan 15 mahasiswa Fakultas Teknik. Ketua Tim Robotika ini bernama Pradifta Tri Hatmoko, dan wakilnya Mario Dwi Suryadi.

“Anggotanya mahasiswa aktif yang berkeinginan mempelajari tentang robot. Awalnya, terbentuk dari pelatihan mikrokontroler yang digunakan sebagai otak robot,” ungkap Hafidz Gumiwang mahasiswa angkatan 2015 ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Ketertarikan pada bidang robot sangatlah besar bagi mahasiswa Fakultas Teknik. Untuk mengembangkan kemampuan, mereka membentuk komunitas yang difasilitasi oleh pihak kampus.

Kalo pertama kali terbentuk awalnya hanya komunitas di bawah naungan Fakultas Teknik. Tapi denger-denger mau dijadikan UKM (unit kegiatan mahasiswa) di bawah naungan universitas,” ujar Mario, mahasiswa asal Pati ini.

Ada beberapa divisi yang berada dalam Komunitas Robotika UPGRIS. Di antaranya Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) , Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI), Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI), dan Kontes Robot Sepak Bola Indonesia. Para anggota mengaku baru mempelajari bidang robot setelah bergabung di komunitas ini.

Hafidz yang juga Ketua Tim Atom Divisi KRAI mengatakan, Tim Robotika UPGRIS pernah mengikuti beberapa ajang Kontes Robot Indonesia dan ekspo di kampus. Baru-baru ini, tepatnya pada Mei lalu, Divisi KRSTI mengikuti Kontes Robot Indonesia Regional 3 yang digelar di kampus Universitas Gajah Mada (UGM) Jogja.

Alhamdulillah dalam kontes ini, kami menempati peringkat ke-4 pada divisi tari,” kata Hafidz.

Kontes Robot Seni Tari Indonesia ini memiliki keunikan tersendiri. Robot bergerak mengikuti irama musik tradisional. Kostum yang dikenakan robot pun menyesuaikan dengan tari yang akan dibawakan. Gerak dan diamnya robot dikendalikan oleh bluetooth.

“Robot tari yang dilombakan, semua komponen dirakit oleh mahasiswa sekreatif mungkin. Terus diprogram biar gerakannya bisa luwes waktu menari. Selain itu juga harus pas sama durasinya” ujar Pradifta Tri Hatmoko, Ketua Robotika UPGRIS.

Setiap robot yang dirakit memiliki komponen dan tingkat kesulitan yang berbeda. Begitu pun sensor yang digunakan. Namun semua robot mengandalkan sensor keseimbangan gyroscope untuk menjaga keseimbangan gerakannya.

“Untuk proses perakitan masing-masing robot berbeda. Kalo robot tari kesulitannya saat buat program biar geraknya luwes itu harus detail. Keseimbangan sewaktu jalan dan dipakein kostum juga harus bener-bener dicek. Satu lagi, proses konektivitas dengan bluetooth itu pertimbangan yang utama,” ungkap Arif, salah satu anggota tim KRSTI mahasiswa asal Madiun.

Saat ini, Robotika UPGRIS memiliki lima robot. Yakni, dua robot tari, satu robot pemadam beroda, satu robot pemadam berkaki (spider) dan satu robot ABU. Kelima robot tersebut pernah mengikuti ajang perlombaan tingkat regional maupun nasional.

Komunitas ini memiliki misi di antaranya yang menjadi wadah pengembangan dan menumbuhkan minat bakat mahasiswa di bidang robotik, dan melakukan riset teknologi tepat guna di bidang robotik. “Semoga Robotika UPGRIS terus berkembag memunculkan inovasi-inovasi baru sesuai dengan teknologi masa kini, yang tentunya bermanfaat bagi masyarakat,” harap alumni SMK Negeri 1 Semarang ini. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...