33 C
Semarang
Rabu, 21 Oktober 2020

BPN Persilahkan Warga Protes ke PPK

Pembebasan Lahan Tol Semarang-Batang

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

KENDAL—Tim pembebasan lahan proyek tol Semarang-Batang untuk wilayah Kendal, mempersilahkan masyarakat terdampak tol untuk melakukan protes terhadap hasil ukur lahan yang tidak sesuai dengan luasan yang ada di sertifikat tanah. Sebab dari Badan Pertanahan Negara (BPN) baru bisa melakukan ukur ulang setelah adanya protes dan perintah dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Demikian dikatakan Kepala BPN Kendal, Herry Fathurachman selaku ketua tim pembebasan lahan pembangunan tol Semarang-Batang wilayah Kendal. Ditegaskannya, jika yang memiliki kewenangan untuk melakukan pengukuran tanah adalah BPN. Namun BPN sendiri tidak melakukan ukur ulang karena sudah dilakukan ukur bidang tanah sebelumnya.

“Kami melakukan pengukuran itu harus ada dasar dan perintah. Kalau PPK tidak mengeluarkan perintah, BPN tidak bisa melakukan ukur ulang. Nanti siapa yang akan membayar, sebab pengukuran lahan yang begitu luas butuh biaya,” katanya, kemarin.

Prosedur protes atas hasil pengukuran bidang tanah dapat dilakukan dengan cara, warga yang terdampak tol melakukan protes ke kepala desa setempat. Baru kemudian dari desa menyampaikannya ke PPK. Dari PPK nanti baru menurunkan surat perintah kerja (SPK) kepada BPN untuk melakukan ukur ulang. “Tanpa adanya SPK, kami tidak bisa melakukan kerja,” tambahnya.

Dikatakan dia, jika pembebasan lahan di Kendal sejauh ini sudah mencapai 95 persen. Masih tersisa lima persen atau sekitar 286 bidang lahan yang belum terselesaikan. Ditargetkan, akhir bulan Agustus ini, pembebasan lahan harus sudah selesai.

“Belum selesai karena warga belum melengkapi berkas dokumen kelengkapan kepemilikan tanah. Kalau semua sudah masuk, segera kami bayarkan. Karena tugas kami hanya membayar. Soal harga yang belum sesuai itu, persoalan dengan tim appraisal, bukan BPN,” tandansya.

Kartika Nursapto selaku koordinator warga korban Jalan Tol mengaku saat ini masih mendampingi delapan desa yang dilintasi Jalan Tol dengan. Total lahan yang terdampak ada 286 bidang. Delapan desa itu yakni, Nolokerto (Kaliwungu), Magelung (Kaliwungu Selatan), Kertomulyo dan Penjalin (Brangsong), Ngawensari (Ringiarum) dan Galih (Gemuh).

“Permasalahannya, warga menilai ganti rugi yang mereka terima sangat rendah. Yakni kisaran Rp 210-300 ribu permeter persegi. Selain itu, banyak tanah yang mengalami salah ukur, yakni luas lahan yang banyak berkurang dari luas yang ada di sertifikat,” paparnya.

Warga menuntut agar ganti rugi tanah yang ada bisa disamakan seperti yang ada di daerah Cempokomulyo Gemuh yakni sebesar Rp 640-670 ribu. “Sedangkan untuk perumahan diberikan harga Rp 1,2 Juta- Rp 1,3 juta,” paparnya.

Menurutnya, tim appraisal dalam menaksir harga tanah juga tidak ada acuan. Dalam arti, warga tidak pernah mendapatkan penjelasan tepat mengapa harga tanahnya dihargai rendah dibandingkan desa lainnya. Padahal jika dilihat, nilai jual objek pajak (NJOP) hanya terpaut tipis.

Ada dua alasan mendasar terkait penolakan warga. Pertama ganti rugi yang dinilai terlalu kecil dan kedua hasil ukur lahan yang dilakukan Badan Pertanahan Negara (BPN) Kendal tidak sesuai dengan sertifikat tanah yang mereka miliki. Dua alasan tersebut menjadikan warga keberatan sangat keberatan untuk melepas lahannya. (bud/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...