Beranda Berita 30 Kreditur Nyonya Meneer Diverifikasi

30 Kreditur Nyonya Meneer Diverifikasi

Piutang Capai Ratusan Miliar

Others

SEMARANG– Setelah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga Semarang, hingga kini laporan piutang yang masuk ke kurator perkara kepailitan PT Nyonya Meneer (PT Njonja Meneer) sudah lebih dari 30 kreditur, dengan jumlah tagihan mencapai ratusan miliar rupiah.

“Hingga batas waktu 21 Agustus sudah ada lebih dari 30 kreditur yang melaporkan piutangnya, tagihannya ada ratusan miliar, semua belum pasti karena masih berjalan dan terlebih dahulu akan diverifikasi,” kata salah satu kurator perkara kepailitan PT Nyonya Meneer, Ade Liansyah, Kamis (24/8).

Atas laporan itu, lanjut Ade, semua piutang tersebut akan segera diverifikasi dengan data yang dimiliki oleh debitur pailit. Verifikasi sendiri dijadwalkan digelar pada 4 September 2017 mendatang di Pengadilan Niaga Semarang. Namun sebelum berjalan, akan dilakukan terlebih dahulu praverifikasi untuk dikonfrontasi kebenaran tagihan para kreditur tersebut.

“Praverifikasi dilaksanakan di dua tempat, yakni di Jakarta dan Semarang. Verifikasi ini cukup penting untuk mencocokkan piutang yang ditagih oleh para kreditur,”jelasnya.

Dia mencontohkan, piutang yang ditagih oleh buruh. Pada saat putusan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) 2015, di mana buruh mengajukan piutang sekitar Rp 10 miliar. Namun pada laporan terbarunya, tagihan yang diajukan buruh mencapai Rp 90 miliar.

Terpisah, Pusat Bantuan Hukum (PBH) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang versi Reza Kurniawan mengklaim atas masalah itu sedang mendampingi 35 buruh Nyonya Meneer untuk mendapatkan haknya, baik buruh yang masih tercatat sebagai karyawan aktif, buruh harian lepas maupun yang sudah di-PHK tanpa pesangon, dengan total tagihan mencapai Rp 2,6 miliaran.

“Buruh klien kami tidak bekerja dari 2016, dan semua sudah memberikan tanda tangan kuasa, yang mana kebanyakan dari Semarang dan Demak. Kalau dari data BPJS, total buruh Nyonya Meneer ada 1.103. Berkas tagihan sudah kami masukkan sejak 21 Agustus lalu,”kata Ketua PBH Peradi Semarang, Abu Khoer, didampingi Irwanto Efendi, Samriadin dan Noer Kholis.

Sedangkan, DPC Peradi Semarang versi Theodorus Yosep Parera mengaku mendampingi 59 buruh Nyonya Meneer dengan total tagihan mencapai Rp 2 miliar lebih. Kemudian kantor advokat Anwar, Agoeng and Associates mengklaim sedang mendampingi 1.104 buruh dengan total tagihan mencapai Rp 98,2 miliar.

Menanggapi kasus tersebut, Ketua Umum Pusat Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia (AKPI) Jamaslin James Purba saat ditemui di PN Semarang menjelaskan, putusan pailit tersebut bersifat serta merta, sehingga upaya kasasi tidak bisa menghalangi kurator dalam melaksanakan tugasnya. Hal itu sesuai Undang-Undang (UU) Kepailitan.

Menurutnya, dalam perjualan aset tidak perlu buru-buru, karena semua tetap melihat proses saat verifikasi.  “Yang cepat diberesi atau dijual adalah barang-barang yang cepat rusak, karena kalau tidak segera dijual malah nilai jual berkurang. Contohnya barang persediaan dan makanan,” jelas James.

Menurutnya, jika digelar rapat kreditur, maka debiturnya harus hadir dengan diwakili direksi, dan hal itu seharunya wajib. Ia menyampaikan, jalannya sebuah perusahaan yang paham adalah direktur.

Ia menyebutkan, kalau kurator hendak menjual aset Nyonya Meneer, maka terlebih dahulu harus seizin hakim pengawas, tidak perlu izin kreditur. Hanya saja, uang hasil penjualan tetap masuk ke perusahaan, bukan dimiliki kurator karena sifatnya harta pailit.

“Seharusnya debitur memang harus selalu hadir dalam setiap pertemuan. Tapi tidak hadirnya debitur, bukan berarti prosesnya berhenti, melainkan tetap bisa jalan,”tandasnya.

Ia menjelaskan, terkait prosedur menjual aset semua tetap harus melalui kantor lelang, dan hal itu merupakan kewenangan kurator menjual. Menurutnya, kalau ada investor hendak mengambil alih perusahaan yang pailit tersebut, maka harus ikut membereskan semua utang-utang perusahaan, melalui proposal yang ditawarkan.

“Meski sudah dinyatakan pailit, tetap bisa ada perdamaian, karena kepalitian kasus perdata. Jadi, perkara ini bisa diselesaikan antara debitur dan kreditur. Termasuk kalau kasasi dikabulkan berarti Nyonya Mener tidak jadi pailit,”katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pengadilan Niaga Semarang memutus pailit perusahaan jamu legendaris PT Nyonya Meneer. Pengadilan membatalkan perjanjian damai tentang PKPU pada 2015 lalu. (jks/aro)

Stay Connected

12,290FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Semut Raksasa

Related News

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here