32 C
Semarang
Jumat, 18 Juni 2021

Per Hari, 20 Pasutri Bercerai

MAGELANG–Pasangan suami istri (pasutri) warga Kota Magelang yang bercerai, setiap hari rata-rata 20 pasangan. Sebagian besar gugat cerai. Tepatnya, istri menggugat cerai suami karena masalah ekonomi keluarga.

“Berdasarkan data yang ada, kebanyakan mengajukan cerai karena dilatarbelakangi masalah ekonomi, tidak memberi nafkah lebih dari 6 bulan dan ketidakharmonisan,” kata Wakil Ketua Pengadilan Agama Magelang, Muhlisoh, Kamis (24/8) kemarin.

Dikatakan, hingga Juli, angka perceraian yang masuk di Pengadilan Agama (PA) Magelang mencapai 170 perkara. Jumlah ini dipastikan akan bertambah. Sebab, perkara yang masuk pada Agustus ini, masih belum terdata.

Muhlisoh menyampaikan, setiap tahunnya, perkara cerai yang masuk 300-400. “Jika dibandingkan dengan daerah tetangga Kabupaten Magelang, di sana dalam setahun bisa ribuan. Kita ini wilayahnya hanya meliputi tiga kecamatan saja,” jelas Muhlisoh.

Rincian perkara cerai yang tercatat di Pengadilan Agama, beber Muhlisoh, pada Januari (34 kasus), Februari (21), Maret (23), April (25), Mei (27), Juni (8) dan Juli (32). “Pendataan baru sampai Juli, karena Agustus masih berlangsung.”

Sementara itu, Panitera Muda (Panmud) Perdata Pengadilan Negeri Magelang, Jaka Purwanto, mengatakan, kasus perdata perceraian warga nonmuslim yang terjadi di Kota Magelang juga tergolong tinggi. Dari 25 jumlah kasus perdata yang ditangani Pengadilan Negeri (PN) Magelang, lanjut Jaka, selama satu semester terakhir ada sekitar 20 kasus perceraian. “Dari 25 kasus perdata, 80 persen di antaranya kasus perceraian yang mendominasi.” Jaka memastikan, kasus perceraian warga nonmuslim lebih sedikit dibandingkan dengan kasus perceraian yang ditangani oleh Pengadilan Agama Kota Magelang. (cr3/isk)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here