31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Pemalsu Dokumen Semen Rembang Dilimpahkan

SEMARANG- Kepolisian Daerah (Polda) Jateng tengah menyelesaikan berkas satu orang dugaan pemalsuan ribuan tanda tangan penolakan pabrik semen di Rembang. Berkas yang sudah dinyatakan P21 itu atas nama salah satu penolak pabrik Semen Rembang, Joko Prianto (JP).

“Sudah dinyatakan lengkap atau P21, tersangka atas nama JP, terkait dugaan kuat pemalsuan dokumen. Kita sedang koordinasi dengan kejaksaan untuk pelimpahan,” ungkap Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Djarod Padakova, kemarin.

Menurut Djarod, proses penyidikan dan pemberkasan tersangka Joko Prianto tersebut, pihak penyidik telah mengantongi alat bukti yang cukup sebagai dasar penetapan tersangka. Termasuk keterangan dari berbagai saksi kurang lebih sebanyak 20 saksi. “Berdasarkan proses penyidikan, penyidik sudah mengantongi alat bukti yang cukup, serta dokumen dan keterangan saksi ahli. Dugaan kuat pemalsuan,” katanya.

Terkait jumlah tersangka dalam kasus dugaan pemalsuan tanda tangan ini, masih ada tersangka lain selain Joko Prianto. Pada kasus ini, Djarod mengatakan setidaknya ada 5 sampai 6 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. “Saat ini baru berkas JP yang sudah dinyatakan P21. Lainya masih sidik,” ujarnya

Menanggapi rencana pelimpahan berkas perkara tersebut ke Kejati Jateng, Achmad Akhid, juru bicara warga yang tinggal dekat Pabrik Semen Rembang, mengungkapkan, mayoritas masyarakat berdomisili di sekitar area pabrik sangat mendukung pelaksanan penegakan hukum oleh Polda Jateng.

Akhid yang juga Koordinator Laskar Brotoseno, sebuah perkumpulan warga sekitar pabrik Semen Rembang, mengatakan, apa yang dilakukan Joko memang merupakan fakta perbuatan kriminal.

“Saya mengikuti kasus pemalsuan dokumen itu sejak awal. Memang faktanya pemalsuan, ada nama Power Ranger, Ultraman, copet terminal, Presiden dan lainnya dalam berkas gugatan yang dilampirkan ke Mahkamah Agung untuk menggugat Semen Rembang,” ujar Akhid.

Karena itu, kata Akhid, Joko pantas mempertanggungjawabkan perbuatan kriminalnya karena dugaan pemalsuan dokumen penolakan Semen Rembang. “Jadi dia (Joko Prianto) memalsukan beberapa nama dan pekerjaan di dokumen. Ada 30 balita juga kan yang dibawa-bawa tanda tangan menolak Semen Rembang. Sudah jelas kok itu kriminal,” katanya.

Akhid menampik anggapan bahwa proses penegakan hukum kepada Joko sekarang adalah kriminalisasi. ¬†Menurutnya, faktanya jelas bahwa ada nama-nama yang dipalsukan dalam dokumen gugatan terhadap Semen Rembang yang dimasukkan ke pengadilan. “Tidak ada kriminalisasi hukum ke Joko Prianto. Faktanya ada pemalsuan, itu namanya perbuatan kriminal,” tegasnya.

Akhid membeberkan, justru warga yang bermukim dekat pabrik Semen Rembang menganggap proses hukum kepada Joko adalah wajar sebab perbuatan kriminal. Sekarang seluruh warga di sekitar Semen Rembang, kata Akhid, memercayakan proses penegakan hukumnya kepada pihak Polda dan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah guna mencapai rasa keadilan. “Kami akan terus memantau penegakan hukumnya, mengawasi proses hukum perbuatan kriminal ini. Berikan saja kepercayaan kepada penegak hukum bekerja sebaik-baiknya,” ujar Akhid. (mha/jpg/aro)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here