33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Tari Jawa Jadikan Halus Budi Pekerti

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

HOBI menari sejak TK, membuat Dinda Amalia Gumay semakin piawai menarikan apa saja, terutama tarian Jawa. Padahal, siswi SMA 3 Semarang, tidak secara khusus mengasah bakatnya lewat les privat, tapi secara otodidak dan latihan dari guru sekolah. “Saya memang suka menari sejak kecil. Jadi gerakannya suka mengalir saja, mengikutin iringan musik,” kata gadis asli Temanggung ini.

Gadis yang akrab disapa Gumay ini mengungkapkan dari hobi menari, telah mengukir beragam prestasi. Di antaranya menyabet juara 3 lomba tari tradisional tingkat SMP se-Kabupaten Temanggung tahun 2014. Juara 2 lomba tari tradisional se-Kabupaten Temanggung 2014. Menjadi peserta parade tari tradisional dalam Festival Budaya se-Jawa Tengah tahun 2014. Juara 3 lomba tari tradisional dalam Porsimaptar se-Jawa Bali.

“Selain prestasi lomba, saya mengisi beragam acara, baik di sekolah maupun acara yang bekerjasama dengan pihak luar sekolah,” ujar gadis kelahiran Temanggung, 29 November 1999 silam ini.

Meski telah terbiasa menari, Gumay mengaku kesulitan menghafal gerakan tari yang sulit dalam waktu cepat. “Hambatan ketika belajar tari tanpa pelatih, saat gerakan tarian sulit, hanya diberi waktu 2 hari harus hafal dan lancar,” tutur anak ke dua dari 3 bersaudara ini.

Menurutnya, dengan menekuni tari tradisional Jawa, berarti turut melestarikan budaya Jawa agar tidak ditelan zaman yang semakin modern. Selain itu, gending-gending tarian tradisional atau lagu pengiring tari tradisional itu sangat indah dan nyaman didengar maupun dirasakan. “Kalau mau menghayati, bosan dan lelah akan hilang dengan sendirinya. Selain itu, bisa tertanam budi pekerti yang halus,” kata putri pasangan Imron Amrozi  dan Binti Tsaniyah ini. (mg34/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Banyak Anak Tidak Bisa Menggosok Gigi dengan Benar

SALATIGA – Sekitar 50 persen anak–anak, setiap harinya selalu mengonsumsi makanan manis. Ironisnya, di Indonesia, hanya ada 2 persen anak yang bisa menggosok gigi...

Kunto Aji Puaskan Pengunjung Verve Bistro

SEMARANG - Tampil ekpresif membawakan setiap koleksi lagunya, Kunto Aji mampu memuaskan pengunjung Verve Bistro & Caffee Bar Semarang, dalam acara Grand Opening yang...

Diduga Kemplang Pajak Miliaran Rupiah

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pengusaha hiburan malam Zeus Executive Karaoke yang berlokasi di Hotel Grand Edge Jalan Sultan Agung,  Semarang, diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan pajak...

Warga Sembungharjo Olah Jambu Air Jadi Manisan dan Minuman

ADALAH Aulia Mahmudah, salah seorang mahasiswi KKN Universitas Semarang (USM) yang baru-baru ini  mengenalkan pengolahan jambu air menjadi manisan dan minuman sari jambu air...

Demi Clickbait, Tulisan Amien vs Kapolri Dipelintir

JawaPos.com - Pembuat tulisan-tulisan clikbait punya modus baru untuk mencari perhatian. Mereka memanfaatkan platform penyedia konten berita untuk menyebarkan informasi asal-asalan, bahkan menghasut. ...

Elektronik Berteknologi Inverter Kian Diminati

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Besarnya konsumsi listrik menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih perangkat elektronik. Perangkat berteknologi inverter yang dinilai lebih hemat listrik pun kian...