33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

PNS Pemkab Semarang Diperas

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

UNGARAN – Polres Semarang kembali meringkus pelaku penipuan yang berujung dengan pemerasan terhadap seorang PNS di lingkungan Pemkab Semarang, Rabu (23/8). Pelaku yang bernama Wahyu Irawan, 40, warga Comal Kabupaten Pemalang, tersebut diringkus lantaran melakukan penipuan kepada Leni Febri Yanti, 40, warga Karangjati, Kecamatan Bergas hingga ratusan juta.

Penipuan tersebut berawal saat keduanya menghadiri reuni lulusan Akademi Kesehatan Lingkungan di Semarang pada November 2016 lalu. Akibat pertemuan tersebut keduanya terlibat hubungan asmara.

Pelaku pun meminjam uang kepada korban sebesar Rp 64 juta dengan alasan untuk tambahan modal usaha hiburan di Jakarta.

“Peminjaman uang berlanjut hingga Desember 2016, pelaku kembali meminjam uang Rp 57,5 juta,” ujar Kapolres Semarang AKBP V Thirdy Hadmiarso.

Kemudian dana dari korban ditransfer ke rekening bank atas nama Ulfa Dwi Sumaret. Janjinya pinjaman tersebut akan dikembalikan oleh pelaku akhir Desember 2016. “Namun tidak kunjung ditepati sampai sekarang,” jelasnya.

Bukannya segera melunasi pinjaman, pelaku juga meminta korban mengirimkan video dan foto telanjang. Karena merasa percaya uangnya akan dikembalikan, hal tersebut langsung dilakukan oleh korban. “Usai memenuhi semua permintaan pelaku, korban 16 Juni 2017 mendapat pesan singkat dari seseorang yang mengaku menemukan HP milik Wahyu Irawan,” katanya.

Adapun isi pesan singkat tersebut, yaitu meminta korban secepatnya mentransfer uang sebesar Rp 2,9 juta ke rekening atas nama Riska Ariani Sugono. “Alasannya agar video dan foto tidak senonoh korban disebarkan luaskan. Setelah didalami, semua rangkaian aksi penipuan berujung pemerasan itu ternyata diotaki oleh pelaku,” ungkapnya.

Akal-akalan pelaku tersebut tercium dan korban melaporkan hal itu ke Mapolres Semarang. saat di depan petugas, pelaku mengakui jika ia pernah menjalin hubungan asmara dengan korban saat masih duduk di bangku kuliah.

Kondisi mapan korban yang sebagai seorang PNS mencoba dimanfaatkan oleh pelaku untuk memeras. Modus yang digunakan dengan memacari korban.  Uang tersebut digunakan untuk membeli barang kebutuhan pribadi. “Digunakan untuk usaha kecil-kecilan tetapi gagal,” ujarnya.

Pelaku diringkus oleh petugas di Jakarta. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa dua telepon selular, lima lembar slip penyetoran bank, enam resi transfer bank, dan satu buku tabungan atas nama korban. Atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan disertai pengancaman. (ewb/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Paket Sahur untuk Pedagang

MAGELANG—Jajaran Polsek Magelang Selatan dan anggota Bhayangkari, Rabu (14/6) sekitar pukul 02.30 WIB sudah memenuhi Pasar Gotong Royong Kota Magelang. Malam itu, aktivitas pasar...

Kenalkan Budaya Jepara

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Mahasiswa perantauan asal Jepara yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Jepara Semarang (KMJS) menggelar acara Jepara Ethnic Show dengan tema ‘Dari Jepara...

Hanura Bidik Caleg Siap Tidak Korupsi

MAGELANG–Menatap Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019, Partai Hanura Kota Magelang mulai merapatkan barisan. Langkah awal yang dilakukan adalah membuka pendaftaran bakal calon legislatif lebih dini. “Benar,...

Kesadaran Mengurus Akta Kematian Masih Rendah

MAGELANG – Pelaporan peristiwa kematian penduduk masih dianggap ringan oleh sebagian masyarakat Kota Magelang. Padahal Undang-undang (UU) Nomor 24 Tahun 2013 perubahan atas UU...

Anggarkan DD Untuk Kampung KB

DEMAK- Keberadaan kampung keluarga berencana (KB) di Demak dinilai sangat membantu capaian Pemkab Demak dalam menekan angka penduduk yang cenderung meningkat tiap tahun. Karena...

26 Wajah Baru Isi Pengurus KONI

SEMARANG - Sebanyak 26 wajah baru atau 60 persen akan mengisi kepengurusan KONI Jateng periode 2017-2021 yang diketuai Subroto. Sedangkan 19 pengurus lama atau...