33 C
Semarang
Kamis, 16 Juli 2020

Hendi Kedepankan Partisipasi Dalam Relokasi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

SEMARANG- Banyaknya prestasi yang diraih Pemerintah Kota Semarang terkait pengelolaan perumahan di Kota Semarang menarik Kementrian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat untuk membahas lebih dalam mengenai bagaimana pengelolaan perumahan di Kota Semarang. Hal itu diwujudkan melalui seminar nasional dengan tema “Rumah Layak dan Terjangkau Bagi Masyarakat Berpenghasilan Tidak Tetap” di Kampus Undip Tembalang, Rabu (23/8).

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi yang menjadi salah satu pembicara seminar tersebut bersama Dirjen Penyediaan Perumahan, Dirjen Hubungan Hukum Keagrariaan, dan Direktur Utama Bank BRI, memaparkan sejumlah solusi alternatif penataan permukiman di Kota Semarang melalui pola partisipatif.

Menurutnya saat ini banyak masyarakat yang tertarik untuk beraktifitas di Kota Semarang sehingga otomatis berdampak terhadap padatnya permukiman.

“Untuk itu kami berupaya menata permukiman bukan semata-mata mengenai bangunannya saja, tetapi juga tentang masyarakat di dalamnya. Semua pihak harus terlibat di antaranya pemerintah, pengusaha, pewarta dan penduduk itu sendiri,” ujarnya.

Untuk itu pihaknya memberi solusi berupa tiga upaya, yaitu revitalisasi, fasilitasi, dan persuasi. Selama ini orang nomor satu di Kota Semarang itu telah merevitalisasi sejumlah kampung kumuh menjadi pemukiman yang layak, melalui program kampung tematik seperti kampung seni, kampung jawi, kampung bandeng, kampung batik, serta kampung pelangi yang sempat viral dan bahkan menjadi sorotan dunia.

Ke depan, Hendi, sapaan akrab wali kota, memiliki target untuk membenahi 11.000 unit rumah tidak layak huni. Selain itu ada pula upaya fasilitasi yang dilakukan Hendi dengan memberikan sebanyak 2.125 unit rusunawa dengan biaya murah di Bandarharjo, Pekunden, Plamongan, Kaligawe, Karangroto, serta Kudu.

Termasuk memberi kredit murah, berupa Kredit Wibawa (Wirausaha Bangkit Jadi Jawara) sebagai modal usaha bagi masyarakat khususnya pelaku UMKM. Upaya yang terakhir yaitu persuasi dengan menawarkan kepada masyarakat sejumlah hunian murah sederhana.

Saat ini, ujarnya, pola pembiayaan kredit kepemilikan perumahan dengan bunga ringan telah banyak ditawarkan oleh perbankan. Pemkot Semarang berupaya agar tersosialisasi dengan baik. “Tapi bagaimana masyarakat agar bisa memiliki rumah yang sehat dan layak, kami memiliki program bedah rumah tidak layak huni, serta penyediaan 6 rusunawa yang dapat menampung sebanyak 2.125 KK,” tuturnya.

Sementara terkait tidak adanya pengembang yang menyediakan rumah murah bersubsidi, wali kota menandaskan bahwa kondisi infrastruktur di Kota Semarang ini kian meningkat sehingga menjadikan naiknya harga tanah.

“Akibatnya banyak pengembang yang sulit mendapatkan tanah dengan harga murah. Solusinya dari bank membeli tanah dan membangun rumah murah kemudian meminta support pemerintah kota,” pungkasnya. (zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Menelisik Kisah Para Polwan di Jawa Tengah

RADARSEMARANG.COM - Keberadaan polwan bukan hanya sebagai pelengkap. Sebagaimana dikemukakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, di dalam tubuh Polri, Polwan menjadi kekuatan utama yang tidak...

Satpol Amankan Miras dan Pembersih Mobil Oplosan

DEMAK- Aparat Satpol PP Pemkab Demak kemarin melakukan razia minuman keras (miras) di sebuah rumah di Desa Tlogorejo, Kecamatan Karangawen. Di halaman rumah kayu...

Ajak Konsumen Bertemu Langsung Pembalap MXGP

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Event balap internasional MXGP akhir pekan lalu dimanfaatkan oleh Main Dealer Astra Motor Jateng untuk memanjakan komunitas dan konsumen sepeda motor...

Data Utama Alokasi Pupuk Bersubsidi

SEMARANG - Program Kartu Tani merupakan salah satu upaya mereformasi subsidi pupuk dan penyempurnaan data petani. Tranparansi dan akurasi data Kartu Tani sangat penting...

Kecelakaan Karambol, 1 Tewas

SALATIGA – Ahmad Sofiyan, 22, warga Jalan Sugriwo RT 07 RW 03 Semarang meninggal seketika dalam kecelakaan yang terjadi di jalan Soekarno-Hatta Salatiga, Kamis...

Buruh Tak Demo, Tapi Jalan Sehat

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Perayaan hari buruh atau May Day di Kabupaten Semarang berbeda dengan wilayah lain, Selasa (1/5) kemarin. Tidak demo, ribuan buruh di Kabupaten Semarang...