33 C
Semarang
Senin, 28 September 2020

Generasi Muda Didorong jadi Technopreneurship

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

MAGELANG–Kementerian Riset Penelitian dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menggugah semangat pemuda di Magelang dan sekitarnya untuk menjadi wirausaha berbasis teknologi atau technopreneurship. Sekitar 100 pemuda dikumpulkan di Aula Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang). Mereka mengikuti Magelang Technopreneurship Camp 2017 selama dua hari, sampai besok.

Kepala Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Sri Setiawati, mengatakan, saat ini masyarakat tidak bisa melepaskan ketergantungan dari penggunaan teknologi. Inilah yang harus ditangkap menjadi peluang bisnis. “Kita harus jadi bangsa penemu, jangan hanya bangsa pengguna saja,” kata Setiawati, kemarin.

Artinya, lanjut Sri Setiawati, semua kegiatan yang bergerak di bidang apapun, harus berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan. Ia juga tidak menyarankan membuka lapangan usaha tanpa perhitungan. Sebaliknya, Sri Setiawati, mengarahkan pemuda untuk menjadi pengusaha pemula berbasis teknologi (PPBT).

Nggak asal-asalan membuka usaha konvensional yang asal jadi. Mestinya, kalau basisnya teknologi, akan kompetitif. Contohnya, menciptakan teknologi pengawetan makanan tanpa menggunakan bahan-bahan berbahaya, itu juga sebuah teknologi.”

Sri Setiawati melihat, masyarakat Indonesia memiliki kompetensi di bidang itu. Banyak temuan-temuan baru—yang jika didukung—akan menghasilkan sebuah produk bermanfaat bagi kehidupan. Hanya saja, ia menyayangkan, temuan itu kerap dipandang sebelah mata.

“Masyarakat Indonesia lebih suka menggunakan produk bangsa lain, daripada bangsanya sendiri. Padahal, banyak sekali orang pandai-pandai yang akhirnya malah menjadi aset negara lain, karena di sini tidak digunakan.”

Terkait hal itu, Sri Setiawati memandang perlu adanya kolaborasi pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. Pengusaha juga diminta memfasilitasi para penemu kreativitas dan inovasi. Sehingga produk yang dihasilkan, bisa dikomersilkan.

Kepala Balitbang Kota Magelang, Arif Barata Sakti mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan menumbuh-kembangkan PPBT maupun usaha kecil menengah (UMKM) inovatif. Terlebih, di Kota Magelang tidak memiliki sumber daya alam potensial.

Pilihan lain, harus memaksimalkan potensi sumber daya manusianya. “Salah satu indikasi dari keunggulan sumber daya manusia adalah penguasaan dan peningkatan Iptek.” Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Wali Kota Windarti Agustina, juga diikuti peserta dari Kabupaten Magelang dan Temanggung. (put/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...