33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Dilengkapi Sensor Jarak, Klaim Lebih Efisien dari Tongkat

Mahasiswa Undip Ciptakan Jaket Khusus Tunanetra

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Empat mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menciptakan jaket khusus tunanetra. Jaket berwarna merah menyala ini diberi nama Jetnet, singkatan dark Jaket Tunanetra. Seperti apa?

AJIE MAHENDRA

JAKET khusus tunanetra alias Jetnet ini, disematkan teknologi yang memungkinkan pengguna untuk mengetahui objek di sekitarnya. Dengan begitu, pengguan tidak lagi memerlukan tongkat tunanetra sebagai alat bantu meraba ketika berjalan.

“Kami menggunakan sensor jarak HC-SR04 dan Gyroscope. Dua alat ini bisa memberi gambaran kepada pengguna mengenai suasana di sekelilingnya,” ucap Teguh Kurniawan, mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2015,

Sampai saat ini, kata pentolan tim pencipta Jetnet, mayoritas penyandang tunanetra hanya menggunakan tongkat bantu untuk membantu mereka berjalan. Tentunya, hal tersebut kurang efisien dikarenakan kemampuan tongkat yang hanya mampu mengetahui objek yang ada di depan penggunanya saja. Selain itu, pengguna tongkat harus terus mengayunkan tongkatnya sehingga berpotensi mengenai hal-hal yang tidak diinginkan.

Dia mengaku, saat ini Jetnet masih berupa prototipe. Teguh dibantu Krismon Budiono (Teknik Elektro 2016), Rose Mutiara Suin (Teknik Elektro 2017), dan Yuni Prihatin Ningtyas (Kesehatan Masyarakat 2015) dan dosen pembimbing Aris Triwiyatno, akan terus mengembangkannya. Sebab, proyek pengembangan ini telah mendapatkan pendanaan dari Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2017.

Di bagian luar Jetnet, disematkan dua jenis sensor yaitu delapan sensor jarak berupa HC-SR04 dan dua sensor sudut Gyroscope yang dikendalikan dua buah Arduino Uno. Peranti tersebut bekerja dengan output berupa suara dari earphone yang tersambung dengan modul MP3 dengan sumber tenaga baterai 7,2V berkapasitas 1800mAh. Semua sensor ditanamkan di prototipe Jetnet langsung dan untuk sistem kendali serta baterainya dimasukkan ke dalam kotak kecil yang diselipkan di belakang celana sehingga sangat praktis dalam pemakaiannya.

Dijelaskan juga, Jetnet pada dasarnya berfungsi untuk mendeteksi objek sekitar pengguna dengan memanfaatkan kedua jenis sensor tersebut. Teknologi yang dibawanya, dapat mendeteksi objek-objek yang berada di depan, serong kanan, serong kiri, kanan, dan kiri yang berjarak 3 meter sehingga radius deteksinya mencapai 180 derajat.

Ada juga lubang yang berada di depan penggunanya. Bahkan pengguna juga dapat mengetahui elevasi kemiringan jalan. “Jadi dengan alat ini, penyandang tunanetra seakan dapat melihat keadaan sekitar yang diinformasikan dengan suara dari earphone yang mengindikasikan adanya objek,” paparnya.

Alat ini memiliki beberapa keunggulan. Seperti sistem kendali mikrokontroler berupa Arduino Uno. Waktu deteksi yang cepat sekitar 1 detik. Bisa digunakan siapa saja. Praktis dalam penggunaannya. Output berupa suara. Harganya juga ekonomis.

“Kami berharap Jetnet bisa diaplikasikan dan berguna bagi penyandang tunanetra yang ada di Indonesia. Sehingga dapat membantu mobilitas pengguna dan mengurangi angka kecelakaan yang dialami penyandang tunanetra,” harapnya. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Nyeri Pinggang, Ternyata Loyo

Tanya dr Andi: RADARSEMARANG.COM - Dok, akhir-akhir ini saya sering tidak bisa maksimal dalam berhubungan suami istri, belum sampai selesai, alat vital saya sudah lembek...

Pabrik Popok Bayi “Mamamia” Terbakar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pabrik pampers PT Aman Indah Makmur di Kawasan Industri Candi Blok 9 No 9, Jalan Gatot Subroto, Ngaliyan, Semarang ludes terbakar....

Pencuri Dana Desa Mengaku Terlilit Hutang

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Setelah susah payah melakukan pengejaran tiga orang pelaku pencurian uang tunai Dana Desa (DD) Kemetul Kecamatan Susukan akhirnya berhasil dibekuk jajaran...

Alun-Alun Dilengkapi Wi-fi Gratis

MAGELANG – Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito meluncurkan aplikasi Magelang Cerdas dan akses wi-fi gratis bagi pengunjung Pusat Kuliner Tuin Van Java (TVJ) Alun-alun...

Jumlah Laka Capai 735 Kejadian

DEMAK-Angka kecelakaan lalulintas (lakalantas) di jalan raya di wilayah Demak selama 2016 mencapai 735 kejadian. Korban tewas sebanyak 180 orang, luka berat 13 orang,...