33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Berakhir Happy, Awalnya Grogi, Pusing, dan Mual

Ketika Mahasiswa Baru Dibekali Bela Negara

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Sebanyak 314 mahasiswa baru Universitas Tidar (Untidar) mengikuti program bela negara di Akademi Militer (Akmil) Magelang. Program ini untuk menumbuhkan kedisiplinan dan rasa cinta Tanah Air mahasiswa baru Untidar.

“BELA negara bukan militerisasi. Tapi sarana untuk menumbuhkan kedisiplinan serta rasa cinta kepada Tanah Air. Semua program sudah terukur dan disesuaikan, bukan seperti yang kami terapkan pada taruna Akmil,” kata Wakil Direktur Pembinaan Lembaga (Binlem) Akmil Magelang, Letkol (Inf) Trenggono.

Komandan Latihan Bela Negara, Mayor (Inf) Teguh Iman Waluyo menyampaikan, awalnya para peserta banyak yang takut, grogi, pusing lantas mual maupun sakit ketika mengikuti program bela negara. “Tapi, kalau dijalani sesi per sesi dan nanti tiba pada saat akhir, pasti baru merasakan manfaat dalam program ini. Saya berharap program ini berkelanjutan.”

Mayor Teguh berharap, tahun depan bisa menjadi 3 hari per gelombang. Sehingga penyerapan materi lebih maksimal. Humas Untidar, Kusumawardani, menjelaskan, program bela negara diselenggarakan pada 21-30 Agustus 2017. Terdiri atas 5 gelombang.

Kusumawardani mengatakan, kegiatan bela negara dilaksanakan 2 hari. Mahasiswa wajib datang pukul 07.00 hingga pukul 16.15. “Pihak Akmil juga menyediakan mess khusus mahasiswa untuk menginap selama 1 malam. Selama 2 hari 1 malam, kegiatan bela negara ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk makan bersama para taruna Akmil.”

Seorang mahasiswa peserta bela negara, Ali Khasyful Gita, mengaku program tersebut memberikan banyak manfaat. “Awalnya grogi, tapi setelah lewat 1 atau 2 sesi, sudah mulai terbiasa. Per sesi, pemimpin kelompok diwajibkan melapor kepada pimpinan, menyiapkan teman-teman. Setelah sesi berakhir, kembali melapor,” jelas Ali.

Mahasiswa Prodi Teknik Mesin itu juga mendapatkan kesempatan sebagai perwakilan mahasiswa dalam penyematan tanda peserta pada sesi pembukaan program bela negara.

“Pada sesi wawasan kebangsaan, kita jadi tahu bagaimana keadaan Indonesia saat ini dan bagaimana pentingnya sebagai generasi penerus bangsa, tidak hanya berpangku tangan. Tapi juga peka terhadap keadaan sekitar. Yang pasti, kami dilatih untuk disiplin dalam segala hal di sini.” (cr3/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pekan Depan, Joko Umboro Diperiksa

SEMARANG - Setelah memeriksa dua pejabat Pemkot Semarang terkait skandal korupsi Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, penyidik Polrestabes Semarang segera memanggil mantan Kepala...

Kedepankan Teknologi Furnitur

SEMARANG – Produsen furnitur HÄFELE terus mengedepankan riset di bidang teknologi furnitur, sehingga setiap meter persegi dari ruang yang tersedia dapat mereprentasikan inovasi dan...

Meriah, Lomba Tumpeng HUT Dharma Pertiwi

SEMARANG—Menyemarakkan HUT Dharma Pertiwi ke-53, Jumat (13/4) lalu digelar berbagai lomba. Di antaranya lomba paduan suara mars dan hymne Dharma Pertiwi serta lomba nasi...

Industri Elektronik Jadi Tulang Punggung Perekonomian

SEMARANG - Industri elektronik kini menjadi salah satu pendukung perekonomian di tengah  turunnya harga komoditas di sektor nonmigas.  Pemerintah gencar mengeluarkan berbagai kebijakan yang...

Kerahkan 1.500 Satgas Anti Money Politics

SALATIGA - Kekuatan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Salatiga Agus Rudianto dan Dance Ishak Palit (Rudi-Dance) semakin kokoh dan solid. Setelah sebelumnya...

Soengging Cup III Digelar

SEMARANG – Universitas Stikubank Semarang, bekerjasama dengan Pengurus daerah Jawa Tengah Karate Shinkyokushin menggelar turnamen Karate tingkat Nasional. Kejuaraan tersbeut, di Gedung Olah Raga Sasana...