33 C
Semarang
Kamis, 22 Oktober 2020

9,5 Persen Kasus AIDS, Menjerat Para Remaja

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

SEMARANG-Pencegahan tindak kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan dinilai masih belum optimal. Berdasarkan data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jateng, hingga Maret 2017 terdapat 13.547 kasus HIV dan 5.049 kasus AIDS, dimana 9,5 persen di antaranya kasus AIDS berusia remaja.

Sementara hasil mini survei yang dilakukan pilar Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jateng, kekerasan yang menimpa anak dan perempuan mencapai 2.466 kasus pada tahun 2015. Dari data itu, 1.971 di antaranya dialami perempuan dan sebanyak 757 kasus merupakan kekerasan seksual.

“Mengapa tinggi, sebab upaya pencegahan belum dilakukan secara maksimal. Termasuk pemenuhan kebutuhan informasi seks terhadap remaja,” kata Koordinator Pilar PKBI Jateng, Ruchel Yabloy dalam diskusi peringatan Hari Remaja Internasinonal bertema “Kekerasan Seksual Remaja, Akar Persoalan dan Cara Mengatasinya, di Warung Sosmet’s, Gajahmungkur, Semarang, Rabu (23/8) kemarin.

Ia menuturkan, kebutuhan pendidikan seks terhadap remaja sangat penting tetapi dalam pelaksanaannya belum dilakukan secara intensif. Di sisi lain, pendidikan seks masih dianggap sebagai sesuatu yang tabu. Akibatnya, informasi yang kurang berakhir dengan tindakan negatif termasuk tindakan kekerasan seksual. “Belum dilakukan secara intensif dan merata sehingga mereka lebih mudah terpengaruh gadget. Akhirnya, hal berbau negatif tidak terhindarkan,” tuturnya.

Dalam mini survei PKBI Jateng juga mencatat, dari 2843 responden siswa SLTA di Kota Semarang, 40 persen responden mengaku sudah berpacaran. Ironisnya, 2,2 persen dari remaja yang sudah berpacaran pernah melakukan hubungan seks. “Sepintas memang terlihat kecil, namun jika dibiarkan akan memprihatinkan. Sebab, bisa menjadi pemicu kekerasan seksual pada perempuan,” katanya.

Karena itulah, imbuhnya, perlu pendampingan ekstra dan intensif oleh berbagai pihak. Di lingkungan sekolah, akan lebih baik jika dijadikan sebagai kurikulum ataupun ekstrakulikuler.

Analis Perlindungan Anak Dinas PPPA DALDUK KB Provinsi Jateng, Isti Ilma Patriani mengatakan peran keluarga sangat signifikan dalam meminimalisasi angka kekerasan seksual. Untuk itu, pihaknya merancang Peraturan Gubernur (Pergub) yang berfungsi mengoptimalkan peran keluarga. “Pengasuhan keluarga merupakan hal terpenting, sekalipun saat ini banyak kasus yang muncul justru berasal dari keluarga terdekat. Dan itu akan kami maksimalkan dengan peraturan baru,” katanya.

Di sisi lain, ia mendukung agar draft UU terkait kekerasan seksual yang masih multitafsir untuk segera direvisi. Pasalnya, batasan-batasan definisi masih bias sehingga menyulitkan proses pengadilan. “Memang diakui ada pasal dan ayat yang multipersepsi. Hal itu akan menjadi persoalan apabila sudah masuk ke ranah hukum. Jadi mana tindak kekerasan seksual dan mana penganiayaan harus lebih rinci,” pungkasnya. (aaw/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...