33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Minim Ruang, Andalkan Oudetrap

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG- Gedung Oudetrap di kawasan Kota Lama saat ini dalam proses penataan ulang dengan total anggran Rp 10 miliar. Rencananya, salah satu cagar budaya itu berfungsi sebagai pusat informasi parawisata, galeri pameran disamping untuk pentas seni teater.

“Pengerjaan sudah 2 bulan, ditargetkan proses revitalisasi gedung open teater Oudetrap bisa rampung akhir tahun ini,” kata Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Parawisata (Disbudpar) Kota Semarang, Kasturi.

Ia menjamin, setelah direvitalisasi, gedung open teater bisa diakses dan digunakan oleh siapa saja dan tidak dipungut biaya. Diharapkan, fasilitas itu bisa menjadi daya tarik“Terpenting seniman dan pegiat seni bisa terfasilitasi. Itu fokusnya,” katanya.

Terkait minimnya ruang seni, Ia mengatakan, pihaknya telah mendorong agar spot-spot yang sudah ada seperti balai desa dan ruang di universitas bisa dimanfaatkan secara optimal. “Daftar ruang publik sudah banyak, tinggal mengoptimalkannya yang belum. Sobokarti, gedung RRI, balai desa, dan ruang-ruang di universitas sudah lebih dari cukup,” pungkasnya.

Sementara itu, Dewan Kesenian Semarang (Dekase) berharap revitalisasi gedung Oudetrap di kawasan Kota Lama segera rampung. Sebab, kebutuhan akan ruang berkesenian di Kota Semarang dinilai sudah mendesak. Dengan demikian, pegiat seni bakal terfasilitasi serta pengembangan seni dan budaya dapat berjalan optimal.

Sejauh ini kegiatan seni masih terfokus di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Sementara itu, penggunaan ruang lain seperti Wisma Perdamaian (Wisper) dan beberapa titik di Kota Lama belum bisa optimal.

“Ada tiga titik yang sebenarnya bisa dimanfaatkan, yaitu TBRS, wisper dan Kota Lama. Sejauh ini penggunaan ruang seni masih fokus di TBRS mengingat titik lain seperti Wisper hanya bisa digunakan seminggu sekali saja,” kata Ketua Dekase, Handry TM.

Kendati demikian, TBRS pun kini dinilai sudah tidak layak lantaran beberapa fasilitas sudah tidak lagi representatif untuk latihan maupun pementasan. Selain itu, pengelolaan yang berbeda manajemen, tak jarang berbagai agenda kesenian sering bertabrakan dengan agenda lainnya.

“Gedung ki Narto Sabdo bisa dikatakan sudah tak lagi cocok dengan Ngesti Pandawa, tak jauh beda dengan ruang teater terbuka yang kurang ideal untuk pementasan teater,”katanya.

Ia berpendapat, dalam pengelolaan dan pengembangan seni dan budaya, Pemkot Semarang bisa meniru kebijakan Kabupaten Boyolali. “Jangan sampai kalah dengan Boyolali, di sana ruang seni cukup banyak dan perkembanganya lumayan bagus,” ungkpanya. (aaw/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bank Bapas 69 Masuk Kategori Sangat Sehat

MUNGKID—Perusahaan Daerah (PD) BPR Bank Bapas 69 Kabupaten Magelang dinyatakan sebagai bank dengan posisi sangat sehat. Hal ini tidak lepas dari berbagai program yang...

Edarkan Sabu, Sewa Kamar Hotel

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Pengedar narkoba terus mencari celah dalam melancarkan aksinya. Modus terbaru, mereka bertransaksi dengan menyewa kamar hotel berpindah-pindah sebagai tempat pengambilan barang. Kasus ini terungkap...

Guru SD Swasta Tuntut Kesejahteraan

SEMARANG - Puluhan perwakilan guru SD swasta se-Kota Semarang mendatangi Gedung DPRD Kota Semarang, Senin (20/2). Mereka mengadukan berbagai persoalan terkait kesejahteraan guru yang...

50 Pedagang Ikan Basah Masih Menolak

SEMARANG-Sebagian pedagang grosir ikan basah Pasar Rejomulyo Semarang tetap bersikukuh tak mau mengambil undian lapak di pasar baru. Padahal Kamis (19/1) kemarin, merupakan hari...

Solusi Zakat Bagikan Paket Takjil di Papua

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sebagai komitmen Solusi Zakat untuk memberikan santunan bagi kaum duafa di daerah pedalaman Indonesia selama Ramadan 1439H, Jumat (8/6) lalu, Solusi...

Pemkot Terapkan Program Sapi Wajib Bunting

SEMARANG - Mengurangi ketergantungan impor daging sapi, Pemerintah Kota Semarang menerapkam program sapi wajib bunting. Program ini melibatkan Kelompok Tani Pangudi Mulyo di Kelurahan Nongkosawit Gunungpati,...