33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Media Sosial Bisa Jadi Pemicu Harmonisasi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

WONOSOBO–Perkembangan media sosial menjadi berkah sekaligus ancaman. Karena aksesnya yang cepat, membuat informasi yang diterima masyarakat kadang menjadi pemicu disharmonisasi. Apalagi di tengah masyarakat yang tidak memiliki kecakapan dalam mengkoreksi sumber informasi.

“Musuh kita sekarang sudah berubah. Kalau dulu pakai senjata atau pakai meriam dan lain lain, namun sekarang ada di saku kita masing-masing,  yaitu media sosial yang gampang mem-framing dan memprovokasi kita semua,” ungkap Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonosobo, Zaenal Sukawi, di sela Musyawarah Daerah (Musda) FKUB di Pendopo Wakil Bupati, Senin (21/8) kemarin.

Selain itu, menurut ketua FKUB periode 2012-2017 ini, musuh yang perlu dilawan bersama adalah kebodohan dan pembodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan. Juga anarkisme dan terorisme, serta yang datang dari dalam diri masing-masing: egoisme dan rasa ingin menang sendiri.

“Karena hal itu, FKUB sebagai wadah keberagaman dan jembatan kerukunan antarumat beragama, mempunyai komitmen untuk bersama-sama bagaimana melawan musuh-musuh tersebut, demi membangun Wonosobo yang aman, damai, harmonis, dan religius di atas keragaman dan perbedaan.” Untuk mewujudkan hal itu, Sukawi mengungkapkan, FKUB lima tahun terakhir dalam programnya telah melakukan berbagai upaya membangun persamaan dan kebersamaan.

Juga meningkatkan kesadaran bahwa berbeda dan perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Sesuatu yang alamiah, yang harus disyukuri dan dinikmati. Serta, dikelola sehingga perbedaan akan menjadi indah. “Kami juga melakukan program peningkatan keyakinan dan keimanan bagi pemeluk agama masing-masing,” katanya.

Dengan meningkatnya spriritualitas, kata Sukawi, akan memberikan kontribusi tingkat keagamaan setiap insan menjadi lebih baik. Sebab,  semua agama mengajarkan kepada pemeluknya untuk menciptakan dan menjaga kedamaian dan kerukunan antarsesama.  “Anggota FKUB juga telah melakukan kedekatan personal antartokoh agama sehingga muncul kedekatan kolegial emosional dan spiritual, serta mengedukasi persuasi di balik perbedaan.”

Bupati Wonosobo Eko Purnomo berkesempatan hadir  untuk membuka Musda bersama Ketua DPRD Afif Nurhidayat dan anggota Forkopimda. Bupati  menyampaikan, Musda Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonosobo merupakan  langkah positif. Mengingat pemeliharaan kerukunan umat beragama sangat penting dan terkait langsung dengan kerukunan nasional dan kesatuan bangsa. (ali/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Relawan Cak Imin Deklarasikan Cinta

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Ratusan tukang becak yang tergabung dalam relawan Cak Imin kemarin mendeklarasikan Komunitas Cinta. Singkatan dari Cak Imin untuk Indonesia. Para relawan yang mendukung...

PD BKK di Jateng Digabung

SEMARANG – Sebanyak 29 Perusahaan Daerah (PD) Badan Kredit Kecamatan (BKK) di Jateng resmi digabung menjadi PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Badan Kredit Kecamatan...

Beberapa Pemain Cedera Karena Laga Ujicoba

SEMARANG - Tim PSIS Semarang akan kembali melakoni laga lanjutan babak penyisihan Grup 4 Liga 2 versus Persis Solo di Stadion Manahan Solo, Kamis...

Merapi Akan Banjir Jip

MUNGKID—Merapi banjir jip akan digelar bersamaan dengan peringatan erupsi gunung Merapi pada 5 November besok. Selain doa bersama, kegiatan ini akan dimeriahkan dengan jelajah...

Fasilitas Pelayanan Bapenda Dikeluhkan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kantor pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB) maupun Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang menyatu dengan kantor Badan...

Kado Budaya ke 38 Tahun

RADARSEMARANG.COM - Teater Lingkar pentaskan “Juru Kunci” sebagai kado budaya  ke 38 tahun.  Sabtu (4/8), bertempat di gedung kesenian Taman Budaya Raden Saleh (TBRS)....