33 C
Semarang
Sabtu, 8 Agustus 2020

Mau Ambil Batu, Lihat Ujung Mortir Penjajah

Mortir Sisa Perang Kemerdekaan Kembali Ditemukan di Sungai Progo

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Warga Dusun Kenalan RT 1/3 Kranggan, Kecamatan Kranggan, Temanggung, digegerkan dengan temuan sebuah mortir. Mortir berukuran panjang 24 sentimeter, diameter 8 sentimeter dan diameter ujung 2 sentimeter.

ENDA berbahaya itu ditemukan oleh Budi Marwoto, 54, warga setempat di pinggir Sungai Progo. Tepatnya, di bawah jembatan rel kereta api, di dekat jembatan Kranggan. Atau, dekat makam Mayjend TNI Bambang Soegeng, di kompleks Monumen Pembunuhan Masal Pejuang RI.

Pukul 17.00, Budi hendak mencari batu di Progo. Matanya tertuju pada benda lancip, mirip ujung mortir. Ia lantas melapor ke perangkat desa setempat. Temuan itu lantas dilanjutkan ke Polsek Kranggan. “Waktu saya akan mengambil batu, saya melihat ada benda yang ujungnya lancip. Saya kira itu ujung dari mortir,” terang Budi, Selasa (22/8) kemarin.

Sopir angkot itu menuturkan, setahun lalu ia juga menemukan benda yang sama. Tahun sebelumnya lagi, warga lainnya menemukan mortir. “Tahun lalu, saya menemukan mortir. Ukuran panjang 25 x 8 sentimeter, dengan berat 2 kilogram.”

Warga lainnya, Waliyadi, 45, menyaksikan ketika ujung mortir terjepit di antara dua batu. Tepatnya, berada di bawah jembatan rel kereta api. “Saya takut, kemudian kami berdua langsung melaporkan kepada perangkat desa.”

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo menduga, mortar yang ditemukan warga merupakan peninggalan zaman perang melawan penjajah. Sebab, lokasinya di jembatan Kali Progo, yang dulunya lokasi peperangan. Hal itu dikuatkan dengan temuan proyektil meriam yang ditemukan di sekitar lokasi tersebut, setahun lalu. “Tahun lalu, warga sekitar sini juga menemukan proyektil meriam yang juga peninggalan zaman perang.”

Maesa menyampaikan, temuan mortar sudah dilaporkan ke Polda Jawa Tengah. Tim Gegana Polda akan mengevakuasi dan meledakan mortir. “Mortir tua itu diledakkan di Desa Guntur, Kecamatan Temanggung, Selasa (22/8) kemarin.”

Kapolsek Kranggan AKP Yanu Fajar Saptono menambahkan, sejak dirinya menjabat Kapolsek, sudah tiga kali ditemukan mortir. Berturut-turut 2015, 2016, dan 2017. “Kalau yang pertama dan kedua ditemukan di tepi sungai. Yang sekarang agak tengah.” (san/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Salah Persepsi dengan Video Penguin di Gundukan Sampah Plastik

JawaPos.com - Sebuah video yang menggambarkan kawanan penguin hidup di gundukan sampah plastik tersebar di media sosial. Banyak yang mengira kejadian tersebut asli. Padahal,...

Proyek Tanggul

RADARSEMARANG.COM - Sejumlah pekerja memasang besi kolom untuk proyek pembangunan lining atau tanggul di Kalibaru Barat (KBB) dan Kali Baru Timur (KBT) Kawasan Pelabuhan...

Kades Terdampak Rob Tuntut TPS

KAJEN - Lantaran sulit membuang sampah dan banyak sampah yang hanyut terbawa banjir rob, lima Kepala Desa terdampak banjir rob meminta kepada Bupati Pekalongan,...

Operasi Pekat Sasar Warung Remang di Wedung

DEMAK- Polres Demak bersama Polsek Wedung melakukan operasi pekat dengan menyasar warung remang remang di wilayah Kecamatan Wedung. Razia yang dipimpin Kabagops Kompol Sutomo dan...

Gairahkan Kembali Bulutangkis Tegal

TEGAL - Sepinya wilayah Kota/Kabupaten Tegal dari ajang bulutangkis, mengundang perhatian Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk menggairahkan kembali melalui program Djarum Coaching Clinic 2017...

Dapur Bersih dan Kering Jadi Impian

SEMARANG – Dapur kini tidak sekedar sebagai ruang untuk memasak. Sebaliknya di era teknologi modern, dapur justru menjadi ruang komunikasi bagi ibu-ibu, sehingga banyak...