33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Masyarakat Peduli Kendeng Bela Joko Priyanto

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG-Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Koalisi Kendeng Lestari melakukan aksi di depan Markas Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Mapolda Jateng). Mereka menuntut kepada Polda Jateng untuk menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis Jaringan Masyarakat Peduli Pegungan Kendeng (JM-PPK), Joko Priyanto.

Komisioner Komnas HAM, M Imdadun Rahmat mengatakan bahwa penetapan Joko Priyanto sebagai tersangka akibat dugaan pemalsuan dokumen bukan merupakan kriminal murni. Seharusnya tuduhan pemalsuan dokumen itu dilaporkan oleh pihak yang dirugikan. “Jadi terbaca betul bahwa ini adalah alat untuk pelemahan. Indikasinya kuat sekali, ini kriminalisasi,” ujarnya di lokasi aksi, Selasa (22/8) kemarin.

Rencananya Komnas HAM akan menyurati Komisi Yudisial untuk mengawasi proses persidangan Joko Priyanto agar pengadilan tidak digunakan sebagai alat mematahkan perjuangan para aktivis pembela hak.

Komnas HAM menilai jika proses hukum terhadap Joko Priyanto tetap dilanjutkan maka kepolisian, kejaksaan, serta pengadilan merupakan pihak yang berkontribusi terhadap upaya kriminalisasi, karena telah mengabaikan norma-norma hak asasi manusia.

Tim kuasa hukum Joko Priyanto atau Joko Prin menganggap penetapan status tersangka terhadap kliennya tidak kuat. Mereka meyakini Joko Prin tidak melakukan pemalsuan terhadap dokumen penolak pabrik PT Semen Indonesia.

Salah satu kuasa hukum Joko Prin, Etty Oktaviani mengatakan dalam pembuatan dokumen tersebut 2.501 warga menulis nama dan tanda tangan sendiri. Sehingga secara otomatis seluruh warga turut bertanggung jawab.

“Artinya harus ada pemeriksaan secara menyeluruh, harus ada penetapan bahwa dokumen itu palsu ketika Mas Prin akan dijerat pasal 263 ayat 2 nya. Tapi sampai detik ini,  nggak ada,” ujar Etty di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah Jawa Tengah, saat mendampingi Joko Prin memenuhi panggilan polisi. Dalam menjalani proses hukumnya, Joko Priyanto didampingi oleh sedikitnya 32 orang kuasa hukum. (tsa/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Raja Salman Operasi Simpatik

DEMAK- Ada yang menarik dari operasi simpatik yang dilaksanakan Satlantas Polres Demak di Alun-Alun Kota Demak, kemarin. Untuk mensukseskan kegiatan ini, Polres Demak mengenalkan...

Ribuan Santri Ikuti Lomba Sapa Santri

KENDAL—Ribuan santri Pondok Pesantren Modern Selamat berlomba-lomba unjuk kebolehan di ajang Sapa Santri yang digelar pihak Yayasan Slamet Sri bekerja sama dengan Indomie pada...

Bina Anak Yatim dari Pelosok Indonesia

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Yayasan Panti Asuhan Tunas Rajawali menggandeng kantor Law Office Yosep Parera And Partners sebagai tim hukum untuk memperkuat dan melindungi yayasan dari gangguan dari...

Dua Halte BRT Dibiarkan Ambruk

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Dua halte Bus Rapid Transit (BRT) di Kabupaten Semarang dibiarkan ambruk. Yakni, Halte Lemah Bang, tepatnya di depan bengkel Sumber Motor atau di...

Belum Diperbaiki 

RADARSEMARANG.COM - Kondisi Terminal Mangkang hingga kini masih rusak dan belum ada tanda-tanda akan diperbaiki. Padahal, sejumlah pedagang dan awak bus di Terminal Terboyo...

Rumah Sakit Karangawen Ditarget Selesai 2019

RADARSEMARANG.COM, DEMAK -  Forum Komunikasi Ulama dan Umara (FKUU) Kecamatan Karangawen kemarin melakukan dialog terkait peran dan fungsinya dalam merajut harmoni di masyarakat. Kegiatan dihadiri...