33 C
Semarang
Jumat, 14 Agustus 2020

Buka 13 Ribu Lowongan Pekerjaan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

SEMARANG – Pemprov terus melakukan berbagai upaya untuk mengurangi angka pengangguran di Jateng. Setidaknya ada sebanyak 13.000 lowongan pekerjaan dari 40 perusahaan ditawarkan pada masyarakat. Semua itu ditawarkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng dalam job fair akbar di Alun-alun Kabupaten Jepara, 25-26 Agustus.

Semua lowongan terbuka lebar untuk lulusan Sekolah Dasar (SD) hingga pasca sarjana (S2). Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Jateng ke-67. “Ini merupakan salah satu cara agar bisa mengurangi angka pengangguran di Jateng,” kata Kepala Disnakertrans Jateng, Wika Bintang.

Ia menambahkan, masyarakat bisa langsung melamar lowongan tersebut. Berbagai pekerjaan ditawarkan mulai dari pengemudi, cleaning service, perawat, dokter, hingga sejumlah posisi penting di perusahaan seperti sekretaris. Setidaknya ada 56 jabatan yang ditawarkan.”Kami berharap masyarakat bisa mengambil peluang besar tersebut. Jangan sampai mengabaikan,” ujarnya.

Pemprov juga terus melakukan berbagai upaya untuk mengurangi pengangguran. Sejumlah pelatihan terus dilakukan untuk memberikan skill agar masyarakat Jateng memiliki keahlian. Pelatihan diberikan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) milik provinsi dengan kapasitas 1.200 orang. Dari jumlah itu, 800-an diantaranya dibiayai dari APBN dan APBD. Sementara 400  orang lainnya dibiayai dari perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. “Keterampilan ini sangat penting, mengingat sekarang persaingan kerja sangat ketat. Jadi harus membutuhkan keahlian khusus,” tambahnya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Sri Maryuni meminta agar Pemprov melakukan berbagai inovasi untuk mengentaskan kemiskinan di Jateng. Sebab, kemiskinan merupakan persoalan klasik dan membutuhkan penanganan serius. “Harus ada upaya dan komitmen bersama untuk mengurangi pengangguran di Jateng,” katanya.

Pemprov juga harus benar-benar memetakan daerah kemiskinan dengan tepat. Sebab, kesalahan pada pemetaan, akan berakibat pada salahnya pola pengentasan kemiskinan di Jateng. Ia mendukung program Gubernur untuk mengintervensi pembangunan di pedesaan. Program Desa Mandiri harus terus digenjot. Diluar desa mandiri, peta daerah miskin juga harus digarap secara serius. “Selain program infrastuktur, Pemprov Jateng perlu mendorong program yang bersifat pemberdayaan ekonomi, dengan sasaran masyarakat miskin,” tambahnya. (fth/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Optimistis Permintaan Elektronik Naik

SEMARANG - Kondisi pasar yang lesu membuat PT Sharp Electronics Indonesia bekerjasama dengan Global Elektronik menggelar pameran Sharp Tomodachi Expo 2017. Pameran yang digelar...

Nyanyikan BTB, Anji Gunakan Bisindo

Ingin menyampaikan makna lagu kepada kaum tuli (cacat pendengaran) mantan vokalis band Drive yang kini bersolo karir Anji, gunakan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) pada...

Tenaga Kesehatan Puskesmas Belajar Jurnalistik

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Puluhan tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas di wilayah Demak kemarin belajar bersama tentang teknik menulis berita jurnalistik. Kegiatan yang berlangsung diruang...

Media Berbasis TIK, Wujudkan Kreativitas Guru

TEKNOLOGI informasi (TI) merupakan hal yang berhubungan dengan proses, alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi yang akan disampaikan ke pembaca. Teknologi informasi digunakan untuk...

Kampanyekan Bahaya Seks Bebas dan Narkoba

DEMAK- Semangat ratusan pelajar ikuti karnaval HUT Kabupaten Demak ke-514 tak surut meski hujan lebat sempat mengguyur. Selain itu, karnaval yang bertajuk Gaul sehat tanpa...

Murtisari, Dosen UKSW Penerjemah Novel Perempuan Kembang Jepun

Dosen Universitas Kristen Satya Wacana Elisabet Titik Murtisari adalah penerjemah novel Perempuan Kembang Jepun karya Lan Fang yang fenomenal. Ia dipilih oleh Lian Gouw,...