33 C
Semarang
Rabu, 15 Juli 2020

Buat Program Wismangan untuk Bantu Orang Miskin

Nawang Diani, Peserta Program The Young Southeast Asian Leaders Initiative

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Nawang Diani mengharumkan nama Kota Magelang hingga kancah internasional. Ia terpilih menjadi salah satu peserta program The Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI). Seperti apa?

Nawang yang berlatar belakang sebagai pengusaha menjalankan program seputar pemberdayaan ekonomi, yang diawasi langsung oleh Rosie’s Place, sebuah lembaga nirlaba asal AS yang bergerak di bidang serupa. Dia mengajukan proposal untuk pengadaan makanan bagi kaum difabel yang diberi nama Wismangan.

Semuaini bermula dari perhatiannya terhadap kaum difabel dan pekerja di jalanan Kota Magelang. Nawang kemudian membangun imajinasinya untuk membuat suatu perubahan. “Selama mengikuti YSEALI, saya diminta membuat program yang nantinya bisa diaplikasikan di daerah asal atau di Kota Magelang,” kata Nawang, usai audiensi dengan Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito, Senin (21/8) lalu.

YSEALI merupakan program yang diprakarsai oleh mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, sejak 2013 lalu. Program tersebut, ditujukan bagi pemuda-pemudi di Asia Tenggara yang berusia 25-35 tahun.

Nawang merupakan satu di antara 20 peserta dari Indonesia. Tahun ini, ia juga berkesempatan mendapat pelatihan keahlian praktis, ketrampilan kepemimpinan, dan jaringan profesional, selama 5 minggu di Negeri Paman Sam tersebut.

Akhir pekan lalu, dia sudah membagikan 105 nasi bungkus bagi kaum difabel, warga kurang mampu dan tukang becak di Kota Magelang. Di samping itu, perwakilan Rosie’s Place didampingi dari perwakilan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia datang ke Kota Magelang untuk memastikan apakah program yang dibiayai oleh YSEALI tersebut berjalan atau tidak. Agenda lain, mengunjungi posyandu, sekolah luar biasa (SLB) dan menyempatkan untuk melihat ikon wisata Kota Magelang, Gunung Tidar.

“Saat ini, anggaran untuk progam Wismangan sudah cair 80 persen, dan sisanya akan dicairkan saat program ini dijalankan sepenuhnya dan mendapat verifikasi,” ujarnya.

Ia juga berharap dukungan dari Pemkot Magelang. Sebab, program dari YSEALI akan berkelanjutan. “Saya minta dukungan moril dari pemerintah, supaya program-program saya berikutnya bisa disetujui kembali,” ungkapnya.

Sigit Widyonindito mengapresiasi kegigihan Nawang berkontribusi dalam kemajuan daerahnya. Ia juga bangga, Nawang lolos mengikuti program yang dicanangkan oleh Kementerian Luar Negeri AS itu. Ia harap, hal positif ini juga diikuti pemuda-pemuda Kota Magelang lainnya.

“Saya juga mendorong pegawai negeri sipil (PNS) untuk mencoba program ini, karena terbuka untuk umum juga,” tuturnya didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP4KB) Kota Magelang, Wulandari Wahyuningsih. (put/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

87 APK Pilgub Diturunkan

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Sebanyak 87 alat peraga kampanye (APK) yang berhubungan dengan Pilgub Jateng diturunkan satpol PP akhir pekan kemarin. APK yang diturunkan berupa...

Ajukan 9 Bukti atas Gugatan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - PT Grand Artos Magelang mengajukan 9 bukti atas gugatan yang diajukan PT Inter Sports Marketing Avisena Dyatmaka akibat diduga melakukan perbuatan...

Wushu Berharap Sukses Ganda

SEMARANG -  Jateng menginginkan sukses ganda, yaitu sukses penyelenggaraan dan prestasi dalam eksibisi wushu Popnas dan Kejurnas Wushu Junior 201 yang akan berlangsung di...

Ahli Waris Teror Bom Dibantu Rp 15 Juta

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Ahli waris korban teror bom mendapatkan bantuan dari pemerintah sebesar Rp 15 juta. Selain bantuan uang tunai, pendidikan anak-anak tak hanya anak korban,...

Sambut Ramadan, Warga Lakukan Tradisi Kungkum

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Ribuan masyarakat mengikuti tradisi kungkum jelang puasa Ramadan di petilasan Joko Tingkir, Senjoyo, Kecamatan Tengaran Rabu (16/5). Masyarakat mulai membanjiri di...

Foto Jadul dan Payung Teduh Ramaikan Borobudur

MUNGKID-- Candi Borobudur mulai berhias untuk menyambut libur Lebaran tahun ini. Pengelola menyiapkan sejumlah wahana baru untuk swafoto pengunjung. Gemeral Manager Borobudur, PT Taman Wisata...