33 C
Semarang
Rabu, 28 Oktober 2020

76 Sekolah Rawan Digerus Bencana

UM Magelang Tuan Rumah Konferensi Kebencananaan

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

MUNGKID—Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang ditunjuk oleh Kementerian Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan (PMK), menjadi tuan rumah Konferensi Nasional Pendidikan Bencana (Konas PB) 2 Tahun 2017. Melalui konferensi ini, diharapkan mampu membangun sistem kebencanaan yang berkelanjutan di Indonesia, khususnya Jawa Tengah.

Seminar diikuti sekitar 200 orang dari perwakilan masing-masing pemangku kepentingan untuk pengurangan resiko bencana. Di antaranya, perwakilan sekolah, lembaga nasional, dan internasional, perusahaan, serta forum PRB perguruan tinggi. Rektor UM Magelang, Ir Eko Muh Widodo, berkenan membuka seminar.

Hadir dalam seminar, Asisten Deputi Perguruan Tinggi dan Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan Kemenko PMK, Asril serta Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. “Indonesia merupakan super market bencana. Untuk mengatasi bencana, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga membutuhkan dukungan dari lembaga atau institusi lain untuk menciptakan sekolah aman,” katanya.

Asril mengatakan, selama ini lembaga yang telah mendukung penanggulangan bencana, di antaranya, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (PPBI) NU, dan Unicef. Lembaga lainnya, Humanitarian Forum Indonesia, Lingkar, Yakkum Emergency Unit (YEU), ASB, Dompet Dhuafa, Muslim Aid, YKRI, Disaster Management Institute of Indonesia (DMII), PKPU, dan MPBI.

Indonesia memiliki catatan tersendiri tentang terjadinya beberapa bencana, menyusul letak geografis Indonesia. Di antaranya, lempeng aktif samudra, sehingga gunung meletus kerap terjadi. Juga gempa bumi dan tsunami. Salah satu tempat yang rentan menjadi terdampak bencana adalah sekolah.

Data Bank Dunia 2010 menyebut, ada 76 persen sekolah di Indonesia berada di wilayah rawan gempa. Karena itu, Konsorsium Pendidikan Bencana (KPB) menggelar Konferensi Nasional Pendidikan Bencana (Konas PB)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, Jawa Tengah menjadi salah satu daerah rawan bencana. Utamanya, banyak daerah perbukitan yang rawan longsor dan gunung berapi. Menurut Ganjar, membangun sistem kebencanaan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Namun juga harus melibatkan stakeholder lain sebagai pendukung.

Rektor UM Magelang, Ir Eko Muh Widodo mengatakan, pemilihan UM Magelang sebagai tempat penyelenggaraan Konas PB 2017, merupakan hal yang tepat. Sebab, UM Magelang berada di dekat tempat-tempat pusat bencana. Yaitu, dekat dengan gunung Merapi, Merbabu, kawah Dieng, dan lainnya. “Terima kasih atas kepercayaan kepada UM Magelang sebagai penyelenggara kegiatan. Kita siap untuk terus dilibatkan dalam membangun sistem kebencanaan.” (sct/vie/isk)

Berita sebelumyaTank Mini Lewat
Berita berikutnyaSiapkan Menu Angkringan di Hotel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Teknologi Augmented Reality untuk Kelas Inspiratif

RADARSEMARANG.COM - PERKEMBANGAN teknologi menuju era digitalisasi sudah merambah ke bidang pendidikan. Siswa dengan istilah “anak zaman now” tidak dapat lepas dari teknologi. Hampir...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...

Headline Radar Semarang Terbaik se-Jawa Pos Group

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Jawa Pos Radar Semarang meraih penghargaan bergengsi dalam Kompetisi Product Quality Jawa Pos Group 2017-2018. Headline Jawa Pos Radar Semarang berjudul “Pabrik Pil...